Dunia Tanpa Perang, Sebuah Impian?

1143321047704-large.img_assist_custom

All Hands,

Rasa-rasanya tidak mungkin di dunia ini nggak ada perang. Dua anak lelaki Nabi Adam-Hawa menurut versi agama-agama Timur Tengah, Habil dan Qobil, sudah memantapkan hidup dengan berperang. Mereka bertengkar dan saling tantang untuk membunuh. Sesama keturunan Abraham dari garis Ismal dan garis Ishak (=Israel) senantiasa berperang dan siap berpengan selama hidup.

Menurut versi India, sana-sana keturunan Mahabharata, pandawa dan Kurawa, senantiasa berseteru dan terlibat perang. Sama-sama anak negeri Yunani, Athena dan Sparta nggak pernah berhenti berperang. Menurut Versi Persia, anak-anak penganut Zarathustra, yaitu penyembah Ahura Mazda (Dewa Kegelapan) dan  penyembah Ahriman (Dewa Terang) selali terlibat perang. Menurut versi Hindu Bali, senantiasa ada kotak hitam dan kotak putih dalam busanan patung mereka. Hitam (adharma) selalu berperang melawan putih (dharma).

Jadi, ya benar “tidak mungkin” dunia tanpa perang. “tapi bisa,” kata suara lain. Terbukti, dulu kala, ketika para petinggi tentara sangat ksatria, mereka berperang di posisi paling depan. Mereka pun berperang cuma siang hari. Saat matahari tenggelam, perang berhenti. Jadi harus pula terang-terangan. Besok pagi diteruskan lagi.

crows-peace-pipe-anime4breakfast

Sekarang dalam perang tak boleh menyerang tanpa pernyataan perang lebih dahulu. Itu namanya ultimatum. So, perang pun, sperti pertandingan olahraga, terikat aturan yang tertuang dalam Konvensi Jeneva. Tapi, manusia tetap manusia, suka melanggar.

Pasti semua orang ingin berandai, bisakah kita membuat kesepakatan dunia tanpa perang selama setengah abad? ,How.. Agree with that..

Dalam Kondisi tanpa perang itu, apakah kita mau berleha-leha dan bersantai ria tanpa membanguin? Bukan. Segera kita rancang 10 kali repelita, jadi sama dengan 2 X rencana pembangunan jangka (RPJP).

Segera kita alih fungsikan semua personal militer untuk membuka lahan pertanian. Di Sulawesi kita buka ladang kapas atau bunga matahari. Di daerah savana di Nusa Tenggara kita buka ladang jagung dan kedelai seluas mungkin. Di Kalimantan kita buka areal sawah pasang surut serta kebun jeruk dan buah-buahan lain. Semua mesin perang di darat kita ubah jadi mesin pertanian yang efisien. Namanya saja berandai-andai, jadi serba gampang dilakukan.

Anggaran untuk membeli 100 unit tank leopard kita belikan mesin pengolah tanah pertanian dan hasil pertanian. Semua anggota DPR pasti sepakat, tanpa tambahan anggaran untuk “upah” Banggar. Soalnya mereka semua sudah bertobat di ruang sidang supermewah seharga 22 miliar.

Lantas, semua kapal perang kita ubah jadi kapal nelayan. Semua dilengkapi instalasi pendinginan dan pengalengan. Semua kapal perang kita sulap jadi kapal penumpang antar pulau yang tak mudah kalah oleh perubahan cuaca. Kalau kurang, ya bel baru. Atau membuat atau pesan di PTPAL. Kurang apa lagi?

Selanjutnya, semua pesawat terbang tempur dan angkut  TNI AU kita tukar dengan pesawat penumpang berbagai kapasitas, menjadi jaringan jembatan udara. Jadi tak lagi ada tempat di NKRI yang tak bisa dijangkau transportasi udara. Hanya sebuah lamunan…

Selanjutnya datangkan banyak buldozer, begu dan alat berat lain untuk membuat jalur transportasi baru, tak perlu menunggu 350 tahun untuk membuat “jalan-jalan Daendels” di semua kawasan, karena menggunakan alat berat dan tenaga terampil. Kita pun segera mampu membuat jalur rel KA ganda, tanpa menggunakan tenaga kerja paksa sperti pada masa penjajahan. Bahkan tak perlu lagi mengirim TKI, karena segera membuka berbagai lapangan kerja disegala macam sektor kehidupan. Sekali lagi, hanya melamun..

anime-peace-sign

Kata Orang, selagi di dunia ini ada keyakinan agama yang berbeda-beda, ada politik yang tidak monolitik dan ideologi macam-macam, serta sama-sama ada pembelanya, perang tak mungkin hilang dari kehidupan manusia. Juga selagi ada kekayaan berlimpah tidak dimiliki semua bangsa, pasti ada dorongan berperang karena rasa iri dan rakus. Perang melawan pasukan Illegal Fishing, Illegal Logging, dan Illegal Minning. Selain itu, selagi ada persaingan dalam perdangan, perang masih tetap jadi jalan penyelesaian. Yang kita hadapi adalah penyelundup.

Nah berapa luas kawasan yang harus dijaga? kalau begitu jadi “tidak mungkin” ya dunia tanpa perang?

Iklan

24 thoughts on “Dunia Tanpa Perang, Sebuah Impian?

  1. dalam islam ada perang antar setan dengan iman bang

    setujuuuuu banget tuch bang – ga ada salahnya kita berandai andai toch gratis dan bisa memberikan motivasi kehidupan yang baik, siapa tau kedepan seperit itu walau sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, selangkah demi selangkah

    tapi ada perubahan yang berarti

    nice bang d(^o^”)

    Balas
  2. Pepatah saja mengatakan “Pertahanan terbaik adalah dengan menyerang”, jadi perang pastilah akan selalu ada. Meski begitu, sebagai makhluk yang berakal, tentunya manusia akan menghindari itu 🙂

    Balas
  3. tp kang manusia memiliki 3 unsur yg harus d sinergikan. Cipta rasa dan karsa. Inilah senjatah bermata dua yg menjadi kehancuran jika salah penggunaan nya.
    Tp saya bermimpi dan berusaha agar minimal d sekitarku tanpa ada kekerasan.

    Balas
  4. Ping-balik: Link Pendidikan, Tutorial, Tips dan Trik, dan Informasi Umum « DEWA SASTRA

  5. Ping-balik: Eksistensi dan Fungsi Fitrah Bagi Kehidupan Manusia « DEWA SASTRA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s