Arti Strategis Kapal Induk

carrier

All Hands,

Kapal Induk merupakan salah satu wahana militer yang mempunyai peran signifikan dalam penggelaran armada tempur, tak salah China membangun Kapal Induk ex Varyag yang dinamai SHi Lang. Hanya negara-negara kuat lah yang sanggup mengoperasikan Kapal Induk, mengingat biaya operasionalnya yang sangat amat besar. Sebagai contoh cukup kapal kelas penjelajah saja misal KRI Irian yang dimiliki TNI AL era Trikora silam, untuk sekali berlabuh  saja konon menghabiskan semua komoditi di pasar pasar Surabaya, mantabs gak tuh, untuk Kapal Induk jelas lebih mahal lagi, bisa digambarkan bahwa kapal induk seperti kota yang dibonsai, lengkap dengan segala fasilitas standar sebuah kota.

Kapal induk sangat penting perannya untuk melancarkan invasi militer dan pertempuran yang jauh dari pangkalan induk (home base). Kapal induk adalah wahana untuk memproyeksikan kekuatan udara multifungsi, yaitu untuk keunggulan di udara, antikapal atas air, dan antikapal selam dengan variasi pesawat terbang yang dibawanya. Keberadaan Kapal Induk bagi suatu negara juga memiliki penambah posisi tawar negara tersebut dan meningkatkan branding militernya.

FK120002
Pada Perang Dunia II di Front Pasifik, Kesalahan Jepang ketika menyerang Pearl Harbour adalah gagal menghancurkan tiga kapal induk Amerika (USS Enterprise, USS Lexington, dan USS Saratoga), yang memang tidak sedang di pelabuhan. Ketika itu Jepang terlalu percaya pada doktrin AT Mahan bahwa faktor yang menentukan dalam perang laut adalah battle ship. Kenyataannya, kapal induk dan kapal selamlah yang mengalahkan Jepang melalui pemutusan jalur logistik laut dan menghancurkan armada perang Jepang. So, untuk era sekarang keberadaan Battle ship sudah kurang dianggap strategis lain, Kapal Induk dan Kapal Selam yang saat ini menjadi alutsista strategis Angkatan Laut.

Di dunia saat ini terdapat 22 unit kapal induk, milik sembilan negara. Separuh jumlah tersebut dimiliki AS, Italia punya dua, sedangkan Spanyol, Inggris, Brasil, Prancis, Rusia, India, dan Thailand masing-masing punya satu. Masuknya RRC ke dalam “klub kapal induk” seharusnya tidak terlalu mengejutkan karena di Asia ada India dan Thailand yang sudah lebih dulu punya. Walaupun kapal induk India sudah sangat tua dan kapal induk Thailand sangat kecil.

Selain itu, Kapal Induk juga masih memiliki kelemahan vital, yakni rentan terhadap misil jarak jauh ICBM. China yang menyadari hal ini sudah memiliki banyak unit ICBM yang bisa ditempatkan di mana saja. Untuk itu, sebuah armada kapal induk yang tangguh musti dikawal dengan kapal-kapal pelindung dan kapal selam yang otomotasi membutuhkan anggaran yang luar biasa besar. Memiliki ICBM jadi solusi ‘murah’ untuk melawan kehebatan armada kapal induk.

mistral LHD Mistral – cocok buat TNI AL

Well, bagaimana dengan negara kita Indonesia? Kecil kemungkinan untuk memiliki Kapal Induk, tapi paling tidak TNI sudah memiliki rencana untuk membangun Kapal Induk Helicopter yang lebih ‘realistis’ ketimbang Kapal Induk Pengangkut Udara yang lebih Compleks.

 

Ref. old.nabble.com

Iklan

18 thoughts on “Arti Strategis Kapal Induk

  1. Kalo baca artikel ini, Indonesia semakin terlihat ketinggalan, tp tenang sob.. Kita masih punya KOPASKA, 🙂
    Trus seberapa besar kekuatan Angkatan Laut Indonesia di dunia??

    Salam Kenal Sob..
    Linknya dah ane pasang di lapak ane.. Jgn lupa pasang jg.. Banyak kawan banyak rejeki.. 🙂 🙂 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s