Kalau Mau jadi Negara Maju, Harus siap di ‘Libya’ kan atau di ‘Iran’ kan.

600px-Majapahit-map

All Hands,

Sudah seharusnya Negeri ini menjadi salah satu Negara besar nan Maju yang disegani maupun ditakuni negara lawan atau kawan. Indonesia atau Nusantara, sebuah kawasan yang dianugerahi Tuhan dengan kekayaan yang luar biasa banyak, Masyarakatnya yang memiliki beraneka ragam kebudayaan, dan negeri yang memiliki sejarah peradaban masa lampau yang hebat.

Bung Karno, sebagai seorang Sandaime atau Presiden pertama Republik Indonesia mengetahui potensi ini, namun apa daya, cita-cita besarnya untuk membuat Indonesia menjadi kekuatan besar dunia sejajar dengan negara adidaya kandas ditengah jalan, mimpi yang besar itu terlalu besar untuk diraih, sebesar berbagai cobaan yang terus dihadapinya.

12-1_Bung_Karno Sandaime Hokage

Bung Karno menjadi korban Konspirasi Kapitalis Zionis yang tidak ingin negeri ini menjadi Negara Besar, Bung Karno dengan gigih melawan “Neo Kolonialisme” ini dengan menjaga salah satu harta terbesar, sumber energi yang mampu menggerakan dunia, dialah Minyak !!. The Power of Oil, inilah salah satu sumber kekacauan di dunia yang dipicu oleh para kapitalis haus harta dan kekuasaan. Saat ini minyak masih memegang peranan penting sebagai motor penggerak (Energi),bersinergi dengan Sumber Daya Alam (Resources), dan Teknologi (Science). Di Tangan Bung Karno, Indonesia sudah memegangnya ketiganya, namun sayang belum bisa dijalankan karena sandungan tadi.

Beberapa Tindakan Bung Karno yang membuatnya dimusuhi Asing, dan menjadi orang untuk diincar dibunuh nomor satu di Asia :

  1. Tahun 1960, Sukarno membuat gempar Perusahaan Minyak Asing dengan menyusun ulang Konsesi Minyak, artinya Seluruh Minyak dan Gas Alam dilakukan negara atau perusahaan negara.
  2. Mengancam Menasionalisasi Perusahaan Asing di Indonesia, bila pihak Asing tidak memihak dan tidak memakmurkan bangsa Indonesia,
  3. Untuk mewujudkan Permina (Pertamina) Menjadi Perusahaan Minyak Internasional (setara Shell). Caltex disuruh menyerahkan 53% hasil minyaknya ke Permina untuk disuling, diperintahkan memberikan fasilitas pemasaran dan distribusi kepada pemerintah, dan menyerahkan modal dalam bentuk dollar untuk menyuplai kebutuhan investasi jangka panjang pada Permina.
  4. Menggempur Belanda di Irian Barat (Trikora) dan mempermainkan Amerika Serikat, agar biak tidak dijadikan pangkalan militer asing yang mengancam kedaulatan.
  5. Obsesi terbesar Sukarno adalah membangun Permina (pertamina) sebagai perusahaan konglomerasi yang mengatalisator perusahaan-perusahaan negara lainnya di dalam struktur modal nasional. Modal Nasional inilah yang kemudian bisa dijadikan alat untuk mengakuisisi ekonomi dunia, di kalangan penggede saat itu struktur modal itu diberi kode namanya sebagai “Dana Revolusi Sukarno”. Kelak empat puluh tahun kemudian banyak negara-negara kaya seperti Dubai, Arab Saudi, Cina dan Singapura menggunakan struktur modal nasional dan membentuk apa yang dinamakan Sovereign Wealth Fund (SWF) sebuah struktur modal nasional yang digunakan untuk mengakuisisi banyak perusahaan di negara asing, salah satunya apa yang dilakukan Temasek dengan menguasai saham Indosat.

Setelah berhasil di Irian Barat, Inggris kemudian memprovokasi Soekarno agar ia terpancing untuk menguasai seluruh Kalimantan (Serawak dan Sabah). Taktik ini sama dengan yang dilakukan terhadap Saddam Hussein ketika menyerang Kuwait yang akhirnya harus diakhiri dengan serangan pasukan Internasional ke Irak. Sayang pada akhirnya, Bung Karno harus ditusuk dari dalam, oleh Jendralnya sendiri, terperangkap dalam Gestapu 1965 maka berakhirlah Mimpi Besar Bung Karno demi Bangsa Indonesia.

 

Merahputih

Kemudian di Era Soeharto, cita-cita Bung Karno ‘sedikit’ diteruskan. Salah satunya dengan mendirikan berbagai Industri strategis seperti Inka, Pindad, PAL, Krakatau Steel dan Indosat. Soeharto pernah bertanya kepada staffnya, industri apa yang akan berkembang pesat dikemudian hari, jawabannya adalah Komunikasi, maka segera Soeharto mendirikan Indosat yang sebelumnya didahului dengan meluncurkan satelit Palapa tahun 1976.

Keberhasilan era Soeharto ditandai dengan diraihnya penghargaan Swasembada Pangan, artinya ketahanan Pangan Nasional telah teraih, kemudian berlanjut dengan kemajuan di bidang kedirgantaraan dengan membuat pesawat pertama di dunia yang memakai teknologi Fly by Wire karya Bj Habibie, N250. Kesuksesan N250 karya IPTN membuat asing kelabakan, karena diramalkan N250 mampu menggerogoti pasar Boeing dan Airbus. Ketika uji coba penerbangan sukses, sudah banyak pihak yang memesan N250. Suatu keuntungan besar bagi bangsa Indonesia.

Soeharto perlahan ingin memajukan nusantara, tidak mau lagi tunduk pada Asing yang membackupnya, untuk menyingkirkan Soeharto akhirnya pihak Asing melancarkan Krisis Ekonomi yang diawali di Thailand. Pondasi keuangan Indonesia yang berbasis Utang langsung Kolaps, karena semua modal ditarik ke Luar Negeri. Kemudian munculah, tragedi kelam negeri ini, Kerusuhan Mei 1998. Titik balik kemajuan yang sudah diraih Indonesia, disaat masa transisi inilah Asing melalui IMF dan Bank Dunia memainkan perannya, memberikan pinjaman dengan berbagai syarat yang merugikan bangsa Indonesia untuk selamanya.

n250-image01 N250 – Tinggal kenangan.

Salah satu dari campur tangan asing adalah, Lepasnya Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi, dan harus distop nya pengembangan N250, artinya mimpi membuat pesawat penumpang N2130 harus dikubur hidup-hidup. Berbeda dengan di Malaysia, Presiden Mahathir yang menyadari hal ini, berusaha untuk tidak berhutang pada Asing, dan tetap teguh untuk menggunakan kekuatan sendiri alias mandiri. Bisa dilihat, Malaysia yang sama-sama kena Krisis Ekonomi pelan tapi pasti bisa keluar dari situasi krisis dan sekarang menjadi negara yang cukup maju. Sungguh sikap pengambilan kebijakan yang sangat berbeda antara Malaysia dan Indonesia.

At Least, Kalau sekarang kita mau seperti apa yang dikatakan Bung Karno, negara harus siap di Libya kan atau di Iran kan. Perlu persatuan benar-benar dari rakyat, dan perlu pemimpin yang mengerti mana teman mana musuh. Walau tak bisa dilihat dengan kasat mata, tapi kita sudah bisa merasakan gejala adanya Rekayasa Asing untuk menghancurkan negeri ini. Mari tetap bersatu padu menjaga NKRI tercinta, Niscaya suatu saat negeri ini bisa meraih tahtanya sebagai negara raksasa.

 

Ref. Global Review/Global Future Institute

Iklan

63 thoughts on “Kalau Mau jadi Negara Maju, Harus siap di ‘Libya’ kan atau di ‘Iran’ kan.

  1. kalau aku nangkepnya
    seandainya pemimpin kita punya visi dan berani kayak ir.Soekarno mungkin sekarang kita ga ribut kalau harga bensin naek ya
    betul ga kak?

    btw nama kasamago di fb ya kasamago atau apa?

    Balas
  2. kita pinjam aje doraemon dri jepang, buat mutar blikin ke jayanya seorang soekarno.
    Hehe
    sory bru bisa mampis sob GBU

    Balas
  3. andaikan punya ilmunya kabuto enak ya….bisa menghidupkan lagi bung karno, pak harto, gajah mada, jendral sudirman….dll…..
    semoga muncul sosok pemimpin yang bisa membawa kemajuan bangsa besar ini….aaamiin

    Balas
  4. kasian negeriku tercinta. Mudah2an kelak indonesia mendapatkan pemimpin yang benar2 berani mengambil tindakan demi kebaikan dan kemajuan bangsa.
    Amiiinn. . . . . .
    Dan buat seluruh masyarakat indonesia, kita harus selalu tetap bersatu.

    Balas
  5. Kalau sumber daya alam Indonesia ga perlu di ragukan lagi degh,,kenapa dari dulu USA bernafsu sekali untuk buat Pangkalan Militer di Pulau Biak,,karena Soekarno sudah tahu bahwa USA akan berniat menguasai Emas di Papua? Tp kenapa hal berbeda di lakukan Megawati ya menjual asset Freeport ke USA?? Apakah Mega merasa kesal selama 32 tahun sebelumnya??

    Perlu diketahui bahwa sumberdaya Minyak terbesar di dunia saat ini adalah di Duri Riau dan itu pelan” dikuras oleh Chevron dengan memanfaatkan konsep CSR mereka dan merangkul rakyat disekitarnya, kemudian dengan Pemerintah memberikan penghargaan kepada Chevron seakan- akan Chevron bermanfaat untuk kehidupan Rakyat !!! Padahal kalau saja Pemerintah bersungguh” BERANI untuk mengolah minyak sendiri dan mendistribusikannya KITA AKAN JADI NEGARA BESAR !! SOEKARNO SUDAH YAKINKAN ITU !!!

    Balas
    • sangat sepakat mas bro.. liat iklan chevron y sok “suci” di tv jd geli sendiri..

      rakyat perlu diberi tau fakta sesungguhnya, tp syg, hmpir semua media berpihak pd asing..

      Balas
  6. sekedar opini

    perlawanan nyata terhadap barat adalah dengan sedikit-sedikit untuk tidak meng”kaya”kan waralaba-waralaba barat yang sudah menjamur di negeri ini.
    bangkrutkan sektor waralaba mereka, dan efek domino pasti terjadi, phk dll, ini adalah pilihan kita…
    mau tetap hidup dijajah kapitalis, atau ingin berdaulat penuh.!

    dan saya sudah muak dengan kekonyolan pemimpin di negeri ini! mereka hanya wayang dan hanya manggut terserah dalang, dan kita tahu dalangnya adalah BARAT!

    terima kasih maaf aga membara-bara nih

    Balas
    • begitulah bro, mngkin slahkan dlu negara sendiri, knp n knp tak berjuang utk tidak tunduk pd kapitalis, meski kita semua tahu taruhanny adlh nyawa dan persatuan nasional.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s