Tragedi Sukhoi SJ-100, Tantangan Besar bagi Bisnis penerbangan Russia..

sukhoi

All Hands,

Mumpung lagi hangat dan ramai pemberitaan seputar jatuhnya pesawat Sukhoi SJ-100, membuat ane pengin ikutan bikin artikel juga. Peristiwa tragis ini menjadi pukulan besar bagi industri penerbangan komersil Rusia yang mulai dibangkitkan kembali sejak terpuruk pasca ambruknya Uni Soviet. Sejak 1991 pesawat penumpang sipil milik Rusia sepenuhnya masih peninggalan era soviet semisal pesawat Tupolev TU 154 dan TU 134 yang masih operasional saat ini merupakan produk yang sudah uzur/usang.

tupolev_tu_154 Tu-154, dah tua banget

Semenjak mantan agen KGB, Vladimir Putin terpilih memimpin Russia, Putin bertekad untuk mengembalikan kembali kedigdayaan Rusia sejak terpuruk pada 1991. Pada tahun 2000 dimulailah rencana proyek prestisius untuk membuat pesawat penumpang sipil dengan teknologi Rusia yang baru, Hasilnya adalah Sukhoi SuperJet-100, Jet modern regional dengan kapasitas penumpang menengah sampai 100 orang. Didesain oleh Russian Aerospace Company (RAC) Sukhoi bekerja sama dengan Alenia Aeronautica. Jadilah pesawat penumpang pertama yang dirancang setelah era Uni Soviet. Melakukan uji penerbangan perdana pada 19 Mei 2008. Januari 2011 mendapat sertifikat dari Interstate Aviation Committee ,Badan keamanan penerbangan Eropa. Sukhoi Superjet100 dapat terbang maximum Mach 0.81 dan ketinggian terbang mencapai 40.000 feet. Sekarang Sukhoi Superjet-100 telah dioperasikan oleh Armavia dan Aeroflot.

The Business

Vladimir Putin Vladimir Putin – Behind of the uprising Russia..

Dengan segudang teknologi yang diembannya, Sukhoi berharap pesawat Superjet 100 dapat terjual sampai 1000 unit dalam selama 2 dekade mendatang. Harga yang ditawarkan sukhoi SJ100 sepertiga lebih murah ketimbang jet kategori sekelas produksi kanada, harga perbiji sukhoi superjet 100 adalah US$ 31.700.000. Setelah dioperasikan oleh armavia dan aeroflot, sukhoi kemudian mengadakan promosi kebeberapa negara Asia (Sukhoi’s Asian Expo Tour) antara lain Kazakhstan, Pakistan, Myanmar, Laos, Vietnam dan tentunya the most potential buyer Indonesia.

The Tragedy

430341

Hancurnya Sukhoi Superjet-100 di gunung Salak menghadirkan berbagai macam spekulasi, antara lain Human Error, Sabotase, Hijacking, Miss-komunikasi dengan ATC dan masalah politis. Ada yang menduga terjadi sabotase berhubungan dengan persaingan bisnis antara 2 perusahaan raksasa penerbangan dunia Air Bus dan Boeing (Baca : Sukhoi vs AirBUS-Boeing), bila sukhoi laris manis dikelas menangah, bukan tidak mungkin sukhoi juga nantinya merambah ke kelas utama bersaing dengan AirBus dan Boeing. yang dapat dipastikan akan menang dalam sisi harga.

Pihak Russia lebih mengarah ke Human Error atau Hijacking, karena meraka yakin bahwa Sukhoi Superjet-100 sudah layak terbang dan merupakan salah satu pesawat jet penumpang canggih. Tuduhan ini senada dengan berita ditemukannya seorang pilot yang memakai parasut, sangat aneh seorang penerbang pesawat angkut komersil menggunakan parasut, parasut hanya boleh digunakan oleh penerbang pesawat tempur. Atau bisa juga itu bukan jenazah pilot, tapi ada orang lain yang “ditugaskan” untuk membajak pesawat ? So, Untuk itu harus diselidiki dengan cermat, jangan sampai menimbulkan spekulasi yang menyimpang. Sang Pilot Alexander Yablontsev bukan orang sembarang, salah satu penerbang terbaik Rusia. Dengan teknologi yang super modern dan pilot yang handal seharusnya tidak semudah itu SSJ100 menabrak gunung. Apakah ada konspirasi atas kecelakaan ini?? entahlah..

Must be pilot error, I can’t imagine the new plane having technical problems, Sukhoi also builds the worlds best fighters. I guess the pilot was showing off to much to the customer, and not paying enough attention to the instruments. The instruments prob worked fine…

Kemudian Masalah HP yang konon ramai digunakan penumpang ketika Sukhoi SJ-100 masih terbang (baca : Kompasiana), apakah sinyal hp menjadi penyebab jatuhnya pesawat? masih belum dipastikan. Lalu pertanyaan berikutnya, untuk sebuah “Joy Flight” kenapa rute penerbangannya memilih rute yang terkenal angker?? tak seperti Joy Flight pertama yang hanya muter2 diatas Jakarta. Kejadian diijinkannya Sukhoi oleh ATC bandara menurunkan attitudenya dari 10000 ke 6000 feet padahal gunung salak setinggi 7000 feet. Apakah petugas ATC gak melihat adanya obstacle sebesar gunung dilayar radarnya?? perlu adanya penyelidikan juga untuk petugas ATC nya, bisa juga seperti kejadian yang dialami Garuda di sibolangit yang jatuh karena miss komunikasi dan mis- interprestasi antara Pilot dan petugas ATC. Seperti yang dikatakan mantan KSU Chappy Hakim di harian Kompas yang berjudul “Bom Waktu di Atas Bandara Soekarno-Hatta“ yang mengungkap bahwa sudah sejak 16 April 2007 peringkat penerbangan Indonesia masuk dalam kategori dua, yang artinya, jika mengacu pada standar regulasi ICAO (International Civil Aviation Organization) maka penerbangan Indonesia tidak memenuhi syarat keselamatan terbang internasional.

Apapun itu, penyebabnya masih simpang siur.. Apapun bisa saja terjadi, sampai diselidiki dengan tuntas oleh KNKT RI dan KNKT Russia. Jika ternyata ditemukan adanya unsur kesengajaan atau bahkan ada unsur sabotase dalam peristiwa ini, akan timbul resiko politis yang besar. Presiden SBY bisa jadi akan terjepit  diantara dua kepentingan raksasa dunia, yaitu antara kepentingannya USA dengan kepentingannya Rusia.

The Antisipation

Airbus-A320

Langkah yang harus ditempuh Rusia demi menyelamatkan proyek besar industri penerbangannya adalah melakukan penyelidikan penyebab jatuhnya Sukhoi Superjet 100 sampai tuntas, sebagai contoh seperti yang dilakukan oleh Air Bus dengan A320 nya, pada awal demo terbangnya  di tahun 1988, pesawat Airbus 320 jatuh dan menewaskan tiga orang serta melukai 50 orang lainnya. Penyelidikan menetapkan bahwa penyebabnya adalah kesalahan pilot dan tidak ditemukan bukti kerusakan pada sistem pesawat. Pesawat Airbus A320 kemudian menjadi salah satu pesawat yang terlaris di dunia. Nah, Sukhoi Superjet-100 harus dibuktikan sebagai pesawat jet yang handal dan canggih.

At least, Turut berduka cita bagi para Korban. Namanya Musibah memang tragedi yang tak dapat ditolak oleh umat manusia.

Ref.

Ramalanintelejen.net

Global Future Institute/Global-review.com

RussianToday

Iklan

38 thoughts on “Tragedi Sukhoi SJ-100, Tantangan Besar bagi Bisnis penerbangan Russia..

  1. kalo bisa sih suchoi tetap bisa di operasikan di indonesia belajar hemat keuangan negara dari sektor swasta ,yang penting intelegen kita bisa melindungi bangsa ini yang mau operasikan suchoi yang nantinya masyarakat kita indonesia lebih mobilitas sektor ekonomi jalan antara daerah daerah yang luas ini

    Balas
  2. dari pada beli pesawat seri lain bekas dari negara laen untuk transport massal sih hematnya suchoi a
    saja lah armenia dan aeroflot juga pakek aman kok sudah dua tahun ..biar serba baru lah alih teknologi belajar hemat biar maju negara kita ini kalo untuk ukura jakarta medan .jkt surabaya.jkt denpasar lebih efesien pakai sukhoi aja…..hemat pastinya harga tiket bisa terjangkau walaupun orang udik bisa merasakan naik pesawat….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s