Jangan Remehkan tempat yang dianggap "Aman”

national_safe_place_thumb

All hands..

Terkadang sudah menjadi gejala alamiah, Bila seorang manusia merasa berada ditempat yang aman dan terlindungi, maka dia akan menurunkan level kewaspadaannya dan cenderung bersikap santai. Menilik pada safety riding berkendara, dijalanan mau dimana pun kapan pun bahaya bisa muncul dimana – mana dengan tiba-tiba tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

Ketika kita berkendara sehari-hari semisal berkendara pergi dan pulang ke tempat kerja tentunya rute yang digunakan sudah kita kenal dan hafal betul, bila sudah mengenal rute ini dan kondisi medannya mulus dan tenang tidak terlalu macet maka biasanya kita mengganggp rute/area tersebut “aman”. Anggapan ini pulalah yang sukses menghantarkan ane untuk berlibur 4 hari di Rumah sakit, ketika berangkat kerja dan akan melewati rute yang dari jauh terlihat sepi, lurus dengan aspal mulus maka secera sisematis, tangan kanan memlintir gas, tanpa diduga sekonyong-konyong muncul obstacle berupa bapak2 berhonda revo motong jalan, dan… Braaaaakkkss..

379561-leaf_concentration_practice_super Concentration Practism

Sering kali pula kita melupakan betul apa itu kewaspadaan dan tindakan preventif, karena jarak yang dekat dengan rumah kita melupakan perangkat keamanan seperti helm dan alas kaki. Untuk pergi ke warung yang jaraknya amat dekat, cukup puter kontak, puntir gass, werrr.. dengan pakaian ala kadarnya. Kebiasaan ini bisa membahayakan, kita tidak akan tahu bahaya datangnya dari mana, bisa sudah kejadian lah baru pada sadar.

Hal ini mungkin berbanding terbalik ketika kita akan melakukan perjalanan jauh atau Touring, persiapannya bisa sangat lengkap, mempelajari rute, mengasah skill, meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan, menggunakan safety gear yang lengkap, berkendara dengan tertib, bila persiapaanya sudah seperti ini bisa dijamin perjalanan akan aman sentosa kecuali ada apes atau kesialan yang menimpa seperti disenggol Bus, Jalan berlobang, dan sebagainya.

So, bisa diambil kesimpulan bahwa, dimuka bumi hampir tak ada tempat yang benar-benar aman, tinggal manusianya yang harus membuat dirinya sendiri aman. Sebagai contoh kita mengganggap bahwa Negara eropa, misal belanda itu negara yang Aman banget, eh.. ketika kita berlibur kesana malah kerampokan, berbalik juga ketika kita menganggap Iran itu negara yang rusuh dan tidak aman, eh.. waktu kita kesana kita malah disambut kayak dewa, dapat kenangan indah banget. Apapun bisa terjadi bukan.. tak mengenal tempat atau negara..

Well, kesimpulannya adalah :

  • Jangan terlalu mudah meremehkan sesuatu
  • Tak ada tempat yang ‘aman’ dimuka bumi
  • Bahaya bisa datang kapan pun dan dimanapun
  • Klo bisa level konsentrasi dan kewaspadaa tetap normal dimanapun dan kapanpun
  • Berdoalah memohon keselamatan ketika akan melakukan sesuatu
  • Keep Safety Riding
Iklan

17 thoughts on “Jangan Remehkan tempat yang dianggap "Aman”

  1. Anggapan ini pulalah yang sukses menghantarkan ane untuk berlibur 4 hari di Rumah sakit, ketika berangkat kerja dan akan melewati rute yang dari jauh terlihat sepi, lurus dengan aspal mulus maka secera sisematis, tangan kiri memlintir gas, tanpa diduga sekonyong-konyong muncul obstacle berupa bapak2 berhonda revo motong jalan, dan… Braaaaakkkss..

    Ngegas pakai tangan kiri mas ? :shocked: xixixi 😀
    http://dizmaz.wordpress.com/2012/06/11/modifikasi-honda-revo-100cc/

    Balas
  2. bener banget, jalan sepi itu malah membahayakan….
    waktu itu malem hari dengan santainya ane ngegas motor, karena jalanan sepi gak ada kendaraan satupun akhirnya ane ngelamun… tanpa disadari motor ane semakin lama semakin minggir ke kiri dan di kiri ada rel kereta, ane langsung kaget, spontan narik rem belakang dengan full. akhirnya ban ngunci ane pun sukses dlosor, kepala kebentur aspal sampe helm terlepas karena gak di kaitkan…. tangan dan kaki luka2 semua… sejak saat itu walaun jalan sepi ane selalu konsentrasi dan pake helm dan gak lupa mengaitkanya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s