Lebih Condong Merawat “Tampang” atau “Jeroan” ?

AutovajinX

All hands,

Ketika kita menggunakan kendaraan sebagai wahana harian untuk mengantarkan kita ke tempat tujuan, kita dihadapkan pada realitas berupa Beban Operasional. Berani membeli motor berani  pula untuk merawatnya, kita perlu meluangkan waktu dan anggaran agar kondisi kendaraan kita tetap pada kondisi fit. Bagi yang benar2 mencintai tunggangannya, pasti dia akan rela berkorban baik tenaga,waktu dan biaya agar tungganganya tetap nyaman dan keren dipakai.

Namun bila kondisi maintanance kendaraan kita dihadapakan pada masalah anggaran, dalam artian kondisi tidak memungkinkan untuk full melakukan perawatan kendaraan secara maksimal, harus ada bagian yang mengalah atau mengantri mendapat giliran untuk diperhatikan. Semisal ada pemilik kendaraan atau motor yang tidak peduli dengan urusan service rutin, asal pake dan baru diperbaiki bila motornya udah tidak nyaman atau mogok. Terus ada yang rutin service tapi males buat nyuci motornya, sehingga kurang sedap dipandang, lalu ada pula yang hanya mengurus tampangnya saja (modif) tanpa rajin service, dan sebaliknya.

autovajin

Bagi seorang Biker yang mencintai tunggangannya, merawat tampang (body)dan isi (mesin) adalah satu kesatuan yang tak dapat pisahkan, motor keren ya performanya juga harus keren pula. Selain rajin service berkala, tune up, ganti spareparts, body juga tak luput dari sentuhan pemilik, penambahan aksesoris, stiker, dll. Tetapi terkadang pula ada yang tidak merawat tampang dan jeroan secara seimbang, pasti ada yang lebih di perhatikan. Bila sang biker itu termasuk konservatif alias menyukai standart, dia cukup melakukan service berkala dan penggantian spareparts bila sudah waktunya, ini termasuk lebih mengutamakan tunggangan tetap dalam keadaan sehat.

sebuah kata, “Kondisi sebuah motor bisa mencerminkan kek apa pemiliknya” ada benarnya juga, bisa jeroan tetap prima mungkin juga si pemilik ini lebh mengutamakan merawat jeroan motor, atau sebaliknya, sebuah motor penuh ubahan tampilan, si empunya mungkin lebih tertarik ke tampang. Bila usaha kita merawat kendaraan terbentur dana yang lagi kempis, biasanya kita lebih mengutamakan kesehatan kendaraan (jeroan) agar tetap mendukung kegiatan kita tapi bila sudah ada dana lebih, nah giliran tampang yang dipermanis. So, secara pribadi sebenarnya kita lebih tertarik untuk merawat tampang atau jeroan, walaupun secara ‘biaya’ mungkin bisa melakukan keduanya.. Ibarat kita memilik hobi lebih dari satu, mana yang lebih digeluti walaupun kedua hobi itu sama bagusnya bagi kita.

Iklan

24 thoughts on “Lebih Condong Merawat “Tampang” atau “Jeroan” ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s