NEO LIBERASIME DALAM DUNIA OTOMOTIF NASIONAL

Faiz_Blaster_&_Mari_Sonoda

Sebagai salah satu Negara besar di dunia, harapannya Negara ini menjadi salah satu Negara industry yang produktif, semisal mampu membangun sendiri produk otomotif nasional baik di roda 2 atau lebih sehingga tidak hanya menjadi konsumen tapi juga jadi pemain utama. Upaya untuk memiliki Mobil nasional sudah di pelopori oleh Tommy Suharto, Bakrie dan Texmaco namun semuanya gagal total, ntah karena tekanan dari kapitalis otomotif atau tidak ada Political Will dari Pemerintah guna mengawalnya.Sebagai Contoh, kenapa Malaysia, Korea Selatan, India, China dan Iran sukses membuat kendaraan nasionalnya sendiri? Jawabannya mungkin karena Industri otomotifnya didukung penuh oleh Negara. Bagaimana Pemerintah Malaysia dengan proton nya mewajibkan semua lembaga/instansi pemerintah memakai mobil buatan sendiri, Proton serta Iran yang menjadi Mandiri dalam bidang otomotif setelah dikekang oleh Barat dan Amerika.

Pada masa sebelum krisis, Timor sudah dirancang akan menjadi kendaraan nasional yang khusus dipersembahkan dikonsumsi oleh rakyat Indonesia, terlepas dari kontroversi tentang dominasi keluarga cendana dalam proyek Mobnas Timor ini. Selanjutnya Texmaco, perusahaan nasional ini sukses melahirkan Truk dan Bus yang tak kalah dari produk asing malah justri lebih baik. Pasar otomotif nasional yang sudah lama di dominasi oleh pabrika Jepang, membuat publik Republik ini sudah kadung nyaman dan terpatri mindsetnya bahwa tak ada produk lain yang sebaik Jepang. Kanzen misalnya, Produk roda 2 buatan dalam negeri ini harus tertatih tatih di negeri sendiri, tak mampu bersaing dengan produsen Jepang. Bak Prajurit yang bertempur dengan golok, dalam medan perang yang memakai senjata api modern. Tak ada yang salah dengan produk kanzen, meskipun mungkin saja kualitasnya tak sebaik pabrikann Jepang karena Quality Control nya sudah teruji sec. Internasional. Namun lagi2, karena tak sepenuhnya di dukung pemerintah, Kanzen dengan segala keunggulan dan keterbatasannya harus takluk dari para Samurai. Padahal pada 2006 silam, Presiden RI meresmikan pabrik Kanzen dan berkeinginan untuk mendukung industry roda 2 dalam negeri, namun ironis kenyataannya tak sesuai dengan ucapan.

Luar biasa sekali kekuatan dan pengaruh kapitalis otomotif ini, demi menjaga ke eksistensi an meraka dalam meraup keuntungan, para kapitalis tentu saja memberikan upeti kepada para penguasa negeri ini agar mereka lebih berpihak pada para kapitalis. Industri nasional yang tak mampu membayar pada penguasa, sudah pasti bakal didepak dan dicuekin. Pada 2008 silam, sejarah mencatat para ATPM meraup untung yang sangat besar, apalagi Principalnya. Semuanya berpesta, Pemerintah tentu saja mendapatkan jatah rejeki ini meski tak sebesar para ATPM dan Principalnya.

Pesimis rasanya keadaan ini akan berubah dalam waktu dekat, sampai beberapa tahun kedepan sudah jelas bahwa Pasar Otomotif negeri ini masih akan terus dikuasai pihak luar. Bila Calon anak bangsa yang memiliki potensi untuk merubah keadaan dan memajukan Negara ini maju sebagai Calon Presiden sudah dipastikan akan di jungkalkan terlebih dahulu sebelum menjadi Presiden. Kekuatan para kapitalis ini memang tak tampak, terkesan bermain di belakang layar namun efek dan akibatnya sangat2 terasa sekali, dan itu dirancang bakal terus berjalan dalam jangka panjang kedepan.

At least,Saat ini hanya bisa berharap akan datanngya Satria Piningit yang akan membawa perubahan besar bagi Republik Indonesia menjadi lebih baik dan maju. Rakyat Indonesia tak lagi hanya mampu membeli bebek, metik atau sport kecil tapi sudah mampu membeli Moge yang didambakannya. Jangan salah kan para kapitalis, Industri, dan lainnya tapi tanyakan pada pemerintah negeri ini, kenapa lebih memihak mereka dengan memberikan banyak peluang, ketimbang membangun industri potensial negeri ini yang dalam jangka panjang manfaatnya sangat terasa bagi pembangunan Negeri.

Banzaaiii !

Ref. Global-Review.com/Global Future Institute

Iklan

16 thoughts on “NEO LIBERASIME DALAM DUNIA OTOMOTIF NASIONAL

    • nah itu dia, diibaratkan gini

      Jepang > Inovatif.
      China > Plagiat
      US > Destructive
      India > Menggerogoti.

      pinternya india, dia berkawan dlu dg industri jepang lalu diam2 sedot ilmu nya trus kembangin sendiri..

      Balas
  1. wah kok senada ya dengan postingan terbaru ane

    di Jakarta, ibukota awak dewe kak bro :D, disaat Jokowi dan pak Ahok lagi punya ide biar orang2 naik angkutan umum, tapi ironisnya pabrik boil Jepun (Toyota dan Daihatsu) juga dielu-elukan karena berhasil membuat boil murah meriah – katane mendukung target nasional pemerintah (setahun jual 1 juta mobil)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s