Pengin jadi Komikus Sukses, jangan setengah-setengah !

chapter1

Minna san,

sebuah uneg2 lama yang akhirnya terpikirkan kembali. Kondisi dunia perkomikan tanah air memang masih belum bisa dilihat sebagai sebuah industri, masih belum berada pada jalur yang benar. Pasar Penjualan komik nasional masih didominasi oleh komik import, manga (jepang), Manhwa (korea), Manhua (China) dan Comics (barat). Disetiap rak2 komik toko2 buku pasti lebih mudah menemukan komik import ketimbang lokal, jumlah komik2 lokal kalah drastis dibanding import. Inilah salah satu beda negara dengan Industri komik maju dengan negara yang belum mencapai taraf industri.

Di Republik ini, untuk menjadikan profesi komikus sebagai mata pencaharian utama bukanlah hal yang mudah, profesi ini masih dipandang sebelah mata terutama para Orang tua yang sangat realistis, berbeda banget dengan komikus yang harus imajinatif. Akibatnya, banyak orang2 berbakat yang membuat komik hanyalah sekedar hobi atau memenuhi ambisi dan idealisme untuk menerbitkan komik sehingga dirinya terasa puas dan bangga tanpa mempertimbangkan aspek lain yang lebih luas. Membuat komik yang bagus tak hanya demi diri sendiri tapi juga orang lain sebagai pembaca !, bila seorang “pembuat komik” membuat sebuah komik hanya untuk diri sendiri tentu saja penggarapannya tak akan 100 persen maksimal, gak penuh masih setengah-setengah.

Karena lebih ditujukan sebagai sebuah kegiatan bukan pekerjaan, kualitas komik2 lokal kalah masih jauh dari kualitas standart komik import, meski ada komikus2 lokal yang sudah mampu bersaing dengan komikus dunia. Salah satunya setau ane adalah bro Is Yuniarto dengan komik2 berkualitasnya seperti Wind Rider, Knight of Apocalypse, dan yang saat ini masih on Going ,komik wayang bergaya manga Garudayana. Sayangnya, kesuksesan Garudayana terganggu dengan jadwal terbit jilid terbarunya yang belum pasti, sehingga membuat para pembaca yang menanti kelanjutan kisahnya dibuat terapung-apung. Namun masih salut dan sangat mendukung semangat dan upaya bro Is Yuniarto untuk terus melanjutkan kisah Garudayana ditengah kesibukannya.

Dalam negara yang sudah memiliki Industri komik, aturan dan suasana yang ada membuat komikus memiliki masa depan yang bisa dipilih, sukses atau gagal. Dalam Industri komik, seorang komikus harus mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menghasilkan komik yang mampu merebut perhatian pasar (pembaca). Persaingan yang ketat antar komikus membuat komik yang dihasilkan wajib dibuat dengan standart kualitas yang tinggi. Berdasar berita yang ane tonton, konon di America seorang komikus profesional yang bekerja di penerbit komik terkenal semacam Marvel ,digaji antara 2 – 3 juta Rupiah per lembarnya, sebuah nilai penghargaan yang tinggi terhadap pekerjaan komikus. Contoh lainnya, Masashi Kishimoto, mangaka populer pencipta komik Naruto memiliki kisah yang panjang dan berliku sebelum meraih kesuksesan luar biasa dengan Narutonya. semasa sekolah, Kishimoto termasuk siswa yang bodoh dengan nilai2 yang rendah. Dari kecil Kishimoto udah bertekad menjadi seorang komikus, lulus SMA kishimoto memang memilih jalan hidup sebagai komikus. Mencoba peruntungan dengan mengikuti berbagai lomba, mengajukan komik ke penerbit dan menjadi asisten mangaka profesional. Di tahun 90an akhir, nasib Kishimoto berubah drastis, cita2 nya menjadi mangaka terkenal terwujud sudah. Komik bertema ninja Naruto booming tak hanya di Jepang tapi dunia !! membuat mashasi kishimoto dinobatkan sebagai salah satu mangaka terkaya.

At last, untuk memilih berprofesi sebagai komikus di negara ini tentunya mesti melalui banyak pertimbangan, Bila digeluti dengan serius dan diimbangi kerja keras yang tinggi, jalan kesuksesan sebagai komikus akan terbuka lebar, mesti berat untuk saat2 ini. Hampir tak ada perhatian dan dukungan pemerintah bagi dunia perkomikan, Penerbit besar tak mau ambil resiko untuk menerbitkan komik lokal, bagi mereka lebih menguntungan menerbitkan komik import yang udah potensial menghasilkan keuntungan. So, meski belum jadi negara Industri komik, bila tetap ingin meraih impian menjadi komikus yang sukses, dedikasi dan semangat tinggi wajib diterapkan, jangan setengah2 dalam menghasilkan karya, komik yang berkualitas baik memiliki persentase dalam besar meraih perhatian pembaca.

mari wujudkan dunia komik nasional menjadi industri komi yang maju..

Iklan

22 thoughts on “Pengin jadi Komikus Sukses, jangan setengah-setengah !

  1. sbenernya sih kalo mau dilirik sama publisher loak macam GM, m&c atau elex sih ada caranya, cuma caranya ibaratnya kita lompat katak, alias coba ikut kompetisi di luar negeri atau coba masukin ke publisher luar (iseng2 berhadiah)
    publisher indonesia emang kayak gitu, kita harus punya nama dulu diluar baru dah para publisher lokal mau nerbitin komik kita, merek gak berani ambil risiko yang tujuannya baik “mengembangkan talenta bibit lokal”
    untuk bro is yuniarto aye salut dia brani nerjang ombak manga,komik,manhwa import dengan masukin unsur lokal (pewayangan)
    nih referensi yang pada komikus yang sukses lompat katak
    http://www.maestrocomics.com/blog/2012/02/01/dr-vee-komikus-pertama-indonesia-yang-di-terbitin-situs-komik-club-sundae-shogakukan/
    dan penciler DC comic, dan ex-marvel yang sukses
    http://www.ardiansyaf.com/
    bisa jadi inspirasi

    Balas
  2. Itulah Indonesia, saat jiwa patriotik habis dimasa kolonialis berwujud, kini hilang dimakan kolonialis baru yg abstrak dan susah dilawan, segala sisi kehidupan dan penghidupan tak lepas dari si NeO .. But tetap Semangat, apapun itu.. Maju negriku. Amin

    Balas
  3. jaman dahulu pemusik juga kaya komikus kondisinya, royalti album sedikit, nggak bisa maju, dapat uang hanya dari manggung yang waktu itu sangat jarang. Tapi lihat sekarang, industri musik indonesia maju sekali. Saya percaya suatu saat nanti, industri komik Indonesia akan maju dan berkembang sangat cepat, dengan tangan-tangan kreatif generasi komikus indonesia jaman sekarang. Kita yang harus berjuang! Ciayo~

    Balas
  4. Saya juga lagi bikin komik dari tahun lalu sama temen tapi mau gimana saya udah serius temen saya belum serius,padahal kita udh bagi tugas saya bikin cerita dan temen bikin gambar,dan sekarang masih lama buat serius 100% bikin komik!!,dan saya lagi nyoba bikin novel tapi tetep komik masih jadi nomor1 tapi pendidikan paling penting (soalnya saya masih smp)

    Balas
  5. gan saya bener2 minat buat jadi mangaka dan tentunya udah punya basic..
    cuman tidak tahu harus mulai dari mana. contoh salah satu gambar saya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s