Bila Pencitraan lebih penting ketimbang standar Keamanan

dahlan-iskan-kecelakaan-mobil-hancur Tempo.co

All Hands,

Belum lama ini Publik lagi2 dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan Mobil, lebih heboh lagi karena korbannya adalah menteri BUMN pak Dahlan Iskan. Kecelakaan ini terjadi ketika pak menteri sedan dalam uji coba perjalanan dari Solo ke Surabaya sejauh 250 km. Menurut penuturan Pak mentri, saat melalui turunan curam Mobil Listrik Tuxuci yang dikendarainya mengalami gangguan rem, akhirnya mobil dihantamkan ke dinding Tebing. Well, turut berduka atas musibah yang dialami pak mentri, meski untuk hal ini ane akan sedikit mengulasi tentang sisi lain Proyek Mercusuar Mobil listrik yang digagaskan Pak mentri. Sebenarnya sah-sah saja bila siapapun warga negara Republik ini melakukan sebuah langkah inovatif untuk mengembangkan kendaraan listrik yang konon lebih ramah lingkungan (ane pernah membaca artikel di sebuah majalah otomotif kalau emisi mobil listrik tak berbeda jauh dengan mobil konvensional, masih lebih baik kendaraan Hybrid semacam Toyota Prius).

Dalam pandangan ane, Tujuan Pak mentri mungkin memang baik dan bermanfaat terutama dalam usaha mempelopori bangkitnya Industri otomotif nasional berbasis energi listrik, akan tetapi usaha ini lebih terasa beraura β€œPencitraan” ketimbang sebuah langkah nyata dan strategis untuk industri otomotif nasional. Otomotif yang erat kaitannya dengan dunia Bisnis dan perdagangan, mempromosikan produk otomotif buatan dalam negeri lebih tepat bila dilakukan oleh Menteri Perdagangan, Ekonomi atau Kementrian Riset dan Teknologi seandainya produk otomotif nasional memilki terobosan teknologi baru yang masih belum dimanfaatkan.

Sebagai seorang Pembantu Presiden di bidang Kementrian BUMN, Pak Dahlan seharusnya lebih fokus memajukan dan mengembangkan BUMN-BUMN nasional agar bisa terus tumbuh dan bersaing dengan Perusahaan Internasional. Mobil Listrik Tuxuci yang dipopulerkan beliau pun memiliki kemiripan dengan apa yang dilakukan Pak Jokowi dengan Esemka nya yang terasa banget digunakan sebagai Media Meraih popularitas Publik, liat sekarang.. bagaimana Gaung Esemkan?. Tuxuci yang belum melalui serangkai Tes uji coba dan standar keamanan yang tinggi, langsung saja digeber dijalanan umum, untuk penguji Tuxuci pun harusnya dilakukan oleh tester yang telah tersertifikasi.

Proton_Satria_Neo_R3_1_Large Proton Satria, Keren bangets.

Terakhir, Pak Mentri dan Rakyat Republik ini yang punya harapan kuat agar Industri Otomotif Nasional bisa bangkit perlu mengetahui hal ini, bahwa bakal banyak rintangan besar untuk mewujudkan harapan tersebut, mengingat industri otomotif nasional berada dalam cengkraman Industri Otomotif Asing. Bila memang Pemerintah berniat mendukung Produk Otomotif Nasional bisa meniru Malaysia yang sukses dengan Proton nya, berawal dari kerjasama strategis dengan Mitsubishi. Akhirnya Proton mampu mandiri dan sebagian besar sahamnya (70%) tetap dimiliki Proton dan pemerintah Malaysia. Biar mampu bersaing dengan produk asing, Pemerintah mewajibkan produk Proton sebagai kendaraan dinas negara yang dipakai pejabat2 pemerintahan. Kesuksesan Proton terlihat dari diakusisinya produsen Mobil Lotus dan sponsorship di salah satu team MotoGP.

Semoga saja, Upaya Pak Mentri BUMN tak mandeg akibat musibah ini, meski beraura pencitraan, ane masih berharap upayanya mampu memberikan arah yang tepati bagi bangkitnya produk otomotif nasional.

Iklan

38 thoughts on “Bila Pencitraan lebih penting ketimbang standar Keamanan

  1. AKIBAT…..Melakukan Perbuatan MUSRIK…..Dahlan Iskan Menteri BUMN ……Kena LATNATTT….ALLAH SWT, AUDZUBILLAHI MIN DZALIK.

    Balas
  2. hati2 pak, Alhamudillah bapak masih diberi second chance sama Allah.
    mobil fase prototype (belum uji kelayakan) jangan di pamerin dan test drive di jalan umum. high risk sir….
    semoga kita bisa mengambil hikmah, dan tidak anti pati dengan mobnas

    anget-anget bubur ayam, jadi malu liat proton
    kita masih wacana mobnas dan baru bisa bikin satu udah show off buat ngerek popularitas ——- tetangga sebelah udah jadi industri nasional yang mapan dan wajib pemerintahan pake proton (yang kualitasnya mumpuni dan gak di dapet secara instan) + gak banyak koar2

    yuk jangan malu belajar dari siapapun
    dulu jadi guru mereka sekarang jadi buruh mereka …..ironis

    talk less do more, terima fakta pahitnya, belajar dari sejarah, dan henshin

    Balas
    • denger2 mz bro, Pak menteri ‘sengaja’ mencuri teknologi tukuxi dr penciptanya pak danet, dg tujuan msh rahasia..
      intinya, usaha beliau mempopulerkan mobil listrik hanya untuk dagelan..

      Balas
  3. pikirku yo gitu sisan kak Gogo
    Dahlan Iskan tujuannya baik, memperkenalkan kalau mobil listrik jgua bisa diandalkan
    tapi juga berbau pencitraan

    tinggal tunggu waktu aja Indonesia bisa buat mobil listrik yang benar2 tahan banting :mrgreen:
    AMIN

    Balas
  4. kenyataan’a hybrid itu emang lebih pas untuk go green, ky aktor LM’a titanic (lupa nama’a siapa) mobil’a Hybrid jg. pencitraan atau bukan itu sih terserah mereka aja lah, ky’a di kalangan petinggi negara ini emang lagi trend pencitraan sih..:)
    (tetepramudengkaromobillistrik)

    Balas
    • sejarah mobil listrik pdhl udah ad sejak taon 1920 an.. bareng sma boomingnya trem listrik di eropa n america..
      disisi lain klo mobil listrik kmbali bangkit, industri mobil minyak bakalan keganggu. ini hmbatannya..

      jd plng ga, terapin aj standar emisi EURO 5 di indo..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s