Motor BM antara ada dan tiada

PoliceBike

Ketika ane dan keluarga bepergian ke rumah Om ane untuk bersilaturahmi, dalam perjalanan ane melintasi sebuah pos lantas polisi yang digarasinya berjejer motor BM klo ga salah yamaha xj1300. Dalam benak langsung merenungi alutsista keren polisi ini, kenapa jarang sekali terlihat wara wiri di jalan untuk tugas patroli. Seringnya kita disuguhi penampakan moge polisi saat melakukan misi pengawalan (voojrider), ntah pejabat negara ato klub otomotif elite yang suka pake jasa kawalan. Seperti yang kita ketahui yang namanya kendaraan dinas (termasuk motor Bm) digunakan untuk menunjang tugas kepolisian, patroli rutin, siaga di pos lantas untuk menerkam pemotor alay, dan pengawalan. Mubazir banget klo intesitas pengunaan motor BM lebih sering buat voojrider, di pos2 polisipun jarang motor BM nampang, kebanyakan para petugas malah memakai kendaraan pribadinya.

Pas lagi ngobrol ama Om ane yang kebetulan anggota polisi dan suka juga otomotif, ane selingin pertanyaan soal eksistensi armada motor BM. Hasilnya Om ane mengisahkan ke ironis an dilapangan bagi para petugas yang diserahi kendaraan dinas, termasuk motor Bm. Yakni petugas menanggung sendiri biaya opersional dan perawatan. Bensin beli sendiri, yang paling ribet perawatan motor BM, tak sembarang nyervis di bengkel, klo ban udah aus untuk beli ban baru tak jarang harus pake duit pribadi, dsb.
Ane hanya manggut2 mendengar fakta yang diceritakan om ane, dibalik ke garangan moge polisi terkandung banyak problematika. Secara formal, institusi kepolisian telah menanggarkan biaya opersional kendaraan dinas, sayang tak jarang ditemui kran macet.
Biar tak terlalu menjurus ke masalah sensitif , ane alihkan topik obrolan ke masalah senjata. Bahasan tentang senpi pun tak kalah seru, ternyata problem seperti kendaraan dinas juga dialami oleh petugas yang membawa senjata api, bener2 luas area masalahnya. Biar ga terlalu jauh membahas masalah sensitif, obrolan akhirnya ane stop dan dialihkan ke masalah politik sampe om ane undur diri untuk tidur siang.
Fakta yang om ane ceritakan bisa membuka mata kita bahwa kinerja polisi dalam melayani masyarakat masih sering terhalang masalah, baik internal maun external.

Iklan

21 thoughts on “Motor BM antara ada dan tiada

  1. harus nanggung sendiri biaya operasional motor BM ? ah, keciil itu, ‘penghasilan’ polisi per hari lebih dari cukup kalo hanya untuk piara motor BM

    Balas
  2. keinget dulu liat liputan di tv *ne waktu ngadain razia di jalan di daerah jakarta yg biasanya di pake buat acara trek2an ada motor bebek 2 tak (gak tau apa) mau kabur pake gaya nunduk2 pula eh cuma satu kali narik gas pak isolop yg pake motor xj1300 udah bisa ngejar dengan mudah :mrgreen:

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s