Tips buat Black Bery agar bisa bertahan dan melawan balik

Gambar

All hands,

Akhir-akhir ini seperti memang bintang kejayaan Blackberry kian meredup, tinggal menanti dua pilihan meledak atau menciptakan bintang baru. Dunia gadget saat ini tengah dihebohkan dengan pemberitaan Blackberry Messenger(BBM) yang bakal teredia untuk platform Android dan iOS.  Secara awam, Keputusan Blackberry ini bagaikan militer sebuah negara yang malah memberikan senjata terkuatnya kepada pihak lawan disaat keduanya tengah berperang. Entah apa maksud Blackberry menyerahkan fitur utama kepada kedua pesaing nya, apakah tindakan ini merupakan pertanda lempar handuk atau termasuk strategi tertentu untuk meraih perhatian pasar. Meski banyak platform OS yang bertebaran namun  benar2 tengah bersaing ketat adalah pasukan robot ijo dan Apel kegigit, dua OS ini tengah menguasai pasar smartphone dunia. Dalam ranking penguasaan market share, posisi tertinggi dikuasai oleh Android, kemudian iOs, Windows Phone, Blackberry, Linux dan terakhir Symbian.

Meski Blackberry berusaha menyelamatkan device nya dari invasi Robot dan Apel dengan mendeploy BlackBerry Z10 yang mengusung OS BB10 namun senjata baru BB ini tak serta merta mampu mengubah keadaan, BB sudah kadung terkepung lawan. Harga yang cukup mahal sekitar 7 jutaan, terlambat melakukan inovasi dan perubahan serta munculnya aplikasi pesaing BBM seperti Whatapp, LINE, Kakao Talk dan wechat seolah ikut menghadang BB untuk bangkit. Nah meski ane bikan pengguna BB tapi gatel juga untuk sedikit memberikan wejangan dan saran bagi BlackBerry agar produknya bisa kembali menikmati gurihnya pasar smartphone terutama untuk pasar Indonesia, dimana negara ini menjadi salah satu tulang punggung utama market penjualan Blackberry. Untuk saran atau Tips ane rumuskan dalam 4 kategori yakni Branding, Technology, Style dan Service, :

Branding

Untuk membangkitkan kembali image Blackbery agar menjadi device yang menawan, saran saya Blackberry melakukan reBranding ulang, membuat trademark baru untuk BB bukan lagi terpaku pada ekslusivitas BBM nya. Klo masih ada duit, Cobalah Blackbery melakukan kerjasama dengan produsen2 film, agar nantinya produk BB nongol di film tersebut seperti jaman keemasannya Black berry dimana muncul banyak film2 hollywood yang memunculkan BB, klimaksnya Blackbery menjadi tokoh utama di film ‘Buried’ yang bikin ane jantungan itu. jangan lupa market pecinta tokusatsu juga harus di optimalkan oleh Blackberry, lakukan kerjasama dengan Toei, Tsuburaya, atau Saban sehingga menghasilkan film tokusatsu Kamen Rider BlackBerry, Ultraman BlackBerry dan Power Rangers BlackBerry. Nice Idea bukan? semakin banyak produk Blackberry nongol di film2 Box Office diharapkan penjualan BlackBerry akan ikut terdongkrak.

Technology

Ini nih yang bikin Device BlackBerry ketinggalan jauh ama smartphone lawan. Minim inovasi, desain ala kadarnya, fitur biasa saja bahkan muncul semboyan ‘BlackBerry hanyalah handphone bila bila tidak ada BBM dan Push email’ atau ‘tanpa koneksi internet, Blackberry hanyalah ponsel biasa’. Harus diakui fitur Push Email dan BBM Blackberry masih lebih unggul dibanding yang lain disoal kepraktisan nya. Namun bila BB masih tetap mengandalkan fitur ini maka ane ucapkan Say Gut Bay buat Blackberry. Ayo munculkan lebih banyak varian device Blackberry yang menarik, inovatif, nyaman, berkualitas dengan harga yang tepat. Dengan fitur dan bentuk itu2 aj tak salah kalo harga Blackberry disebut Overprice, luncurkan produk baru yang membuat pasar merasakan nuansa baru sama seperti era kesuksesan BlackBerry saat itu. Bila Teknologi yang ditawarkan menarik, maka harga berapapun yang disematkan tak bisa menahan orang untuk tidak membelinya. Dalam sejarah ane membeli suatu benda, jarang sekali harga yang menentukan jadi tidaknya ane membeli benda tersebut, ada faktor lain yang lebih utama seperti Suka dengan manfaat yang ditawarkan atau karena kebutuhan. Analoginya, jika kita sangat suka dengan desain dan teknologi motor KTM duke 200  maka tanpa memerdulikan harga pasti akan kita beli, harga urusan belakangan selama duit mencukupi. Atau  klo kita beli gayung plastik di toko pasti harganya jarang dipersoalkan.

Style

Ane masih inget bener dulu sewaktu Blackberry sedang booming di dunia gadget dan dengan cepat ikut menyebar ke negara Indonesia, Gadget Blackberry satu itu masih dikonotasikan dengan kalangan elit. Pokoknya yang punya BB saat itu bisa disebut Wong Sugih, Pelaku bisnis, Profesional dan pengusaha. Harga yang masih terbilang mahal membuatnya berada diposisi premium smartphone, apalagi saat itu BB juga belum mendapat lawan kuat seperti Android saat ini. Pelan namun pasti BB mewabah di negeri ini, pasar indonesia yang udah bosen dengan platform Symbian mulai mencoba dan akhirnya kecanduan perangkat BB ini. Seiring berputarnya zaman, image BB sebagai device ‘elit” mulai pudar setelah hampir semua kalangan di Indonesia sudah mampu memiliki BB bahkan ane SD pun sudah akrab memiliki BB. Blackberry seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial kita, sama seperti koneksi internet bagi perangkat smartphone. Dikalangan tertentu, klo gak punya BB katanya gak gaul ketinggalan jaman dan sebagainya. Saking maniaknya memakai BB maka munculah penyakit yang dikenal oleh kalangan aktivis anti BB sebagai Autis. Saran buat BlackBerry, ciptakan sebuah gaya hidup positif memakai BB, kampanyakekan seluas luasnya. Jangan biarkan masyarakat dikuasai teknologi, tapi sebaliknya.

Service

Sungguh Ironis, bayangkan Blackberry meraup banyak keuntungan tanpa membuka cabang dan servernya di sini Ibarat berdagang di tempat lain tanpa perlu repot membuka lapak. Salah satu hal yang membuat rasa nasionalisme bangkit sehingga terlahir rasa iri melihat negeri Jepang dan Korea yang sukses memakai produk bangsanya sendiri. Jika Blakcberry mau membuka kantor cabangnya, pusat2 service yang ditebar kekota2 strategis maka akan semakin memendekatkan Blackbery dengan para konsumennya, Konsumen akan merasa diperhatikan dan aman bila suatu waktu gadget BB miliknya bermasalah. Adanya Sercive Center Blackberry juga secara tak langsung iktu menaikan Citra Produk BlackBerry di mata konsumen. Pelokalan Server pun memudahkan penanganan bila terjadi gangguan layanan data, lebih efisien tanpa harus komplain ke pusatnya di canada yang berjarak 13176.41 km.

Iklan

15 thoughts on “Tips buat Black Bery agar bisa bertahan dan melawan balik

  1. Ane pake bb karena bbmnya, bukan yang lain. Jd ngapain beli bb muahal ampe seharga jutaan, mending yg cdma 900an klo cuman bbman doang ama update pos. Hehehe.

    Balas
  2. Aku gak temasuk yang kena demam Virus BB,Buat apa beli hp mahal2?, asal bisa sms, telpon dan internet itu dah cukup. Mending uangnya ditabung bwt kebutuhan lain yang lebih urgent (kecuali memang sudah kebanyakan duuit dan bingung uangnya mau dibuang kemana ) .he..he..

    Balas
  3. hahhaha…
    google dan apple memang top markotop deeh..
    tp yang pasti, konsumen bbm akan senang karena terjadi cross platform yang semakin memudahkan. *kali…??
    cuma… secara psikologis blackbarry kalah telak. hahahaa…..hahaha…
    Faktanya:
    dengan memboyong bbm ke android dan ios, artinya blackberry melakukan coding aplikasi berdasarkan tos (term of services) ketentuan google dan apple. jadi tinggal blackberry ngekor aja, nah loh….!!!
    Bbm hanyalah salah satu bagian layanan jejaring sosial, jika demikian, ada banyak jejaring sosial lain yang mudah dan asik.
    pertanyaannya: kenapa harus memaksakan bbm ? yang lainnya aja banyak.
    Google memang tak tertandingi, lihat produk besutan google, google calender, google docs, google maps (u/ civil, architecture, traveling, dan turunannya) , google adwords, google insight, google webmastertool.
    Prediksi:
    liat aja ke depan. Siapa yang masih membanggakan bb
    (RIM-RIP) Rest In “Motion” – Rest In Peace

    Balas
  4. saya sih kepikiran gimana kalau blackberry bikin acara ngegame bareng bb z10 itu lho. Kan kebanyakan orang beli hape android (saingan bb) dan iPhone kan karena hape2 itu enak buat gaming kan kak? nah barangkali dengan adanya event itu bb kembali berjaya sih.

    atau buat game khusus blackberry os hehehe
    gamenya yang seru dan gak bisa ditemui di platform lain

    ya dengan catatan pas sesi gaming bersama bb
    bb z10 nya gak ngelag hehehe

    Balas
    • klo dr pribadi ane sih g mempermaslahkan gadget it sendiri, tp dr perilaku umum masyarakat indo yg terlalu lebay ama BB, seolah mendewakan device satu ini. hal ini yg bkin il feel, di tambah RIM terlalu sombong..

      usul ane sih BB jg ngandalin fitur messagingnya doank, tp cba berinovasi kek android n iphone, kluarkan produk2 yg bervariatif harganya. so pasti knikmatan gaming jg wajib di hadirkan, terakhir BB wajib buka cabang n service center.

      Balas
  5. Betul itu gan…bb memang kurang ajar, atau apa orang pemerintahnya yang dah di sogok. Ga tahu lah. Blackberry tidak punya service center dan server di indonesia. Malah servernya kalau ga salah di malaysia.
    Kurang ajar kan..? Menghindari pajak.
    Tp masyarakat juga kacau, mana nasionalisnya ( rasa kebersamaan dan kebangsaan) rumah tangga negara sendiri di acak acak…kalau pihak lain ga bayar pajak di indonesia, malah pakai produknya dan membanggakan….

    Kita semua aja di kenai pajak.
    Pajak pph, pajak ppn.
    Lihat gaji kita,
    Perhatikan kalau kita makan misalnya di kfc, Lihat stuknya, siapa yang kena ppn.

    Memang pajak selalu di korupsi, gan. tp kalau masyarakat ga care hal yang kecil dan ga ada kontrol yg dimulai dari diri sendiri ya tambah kacau.
    Implikasinya banyak

    …Seolah kalau belum punya bb belum gaul.
    Padahal secara face to face dengan aplikasi android baik game atau integrasinya dengan bisnis dan pekerjaan jauh…
    BB Mau mengandalkan security data…?
    Padahal Sistem & setiap user punya cara tersendiri

    Dan entah kebetulan atau tidak saya terus terang belum pernah pakai n tertarik dengan BB, gan.
    Kalau pinjem sekedar lihat fiturnya… iya.

    Balas
  6. Aku berharap BB segera tamat riwayatnya.! Buat apa ponsel gak berguna masih ada di pasarn. Toh masih banyak gadget baru yang muncul dan lebih inovativ.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s