Menyelamatkan Ibu Kota sebagai jembatan untuk menyelamatkan Negara

22f)v3

Joko widodo atau Jokowi, inilah salah satu figure di tanah air yang tengah didolakan oleh publik, Surveyor maupun media massa, kepopulerannya bahkan sanggup menyalip sang main fighter Capres 2014, Prabowo Subianto. Harapan untuk masa depan kota Jakarta yang lebih baik sedikit terbuka oleh masuknya cahaya yang bernama Jokowi ,rasa haus warga jakarta akan pemimpin yang mampu membuat perubahan lebih baik membuat Jokowi dan wakilnya Ahok berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sayang, euforia warga Jakarta untuk segera melihat pembenahan ibukota oleh sang Gubernur “kurus” terganggu dengan riuhnya dunia politik yang mendorong Jokowi untuk mengikuti bursa calon Presiden di pemilu 2014. Momentum yang tepat mumpung lagi populer kata mereka.

Misi beliau untuk membenahi Jakarta menjadi terganggu dengan banyaknya bahan obrolan tentang kepopuleran Jokowi untuk memasuki bursa Capres 2-14, sehingga ada pihak yang meminta Jokowi untuk tetap fokus menepati janjinya untuk membenahi Ibu kota menjadi lebih baik. Apalagi kini, The Great Capital of South East Asia tengah dirunduh bencana banjir tahunan sehingga segala mata tertuju pada sanga DKI 1 dalam upayanya mengatasi krisis banjir Ibukota ini. Ibu kota adalah patron dan contoh bagi seluruh daerah di nusantara, bila sebuah ibu kota negara terkelola dengan baik, pastilah kota-kota di daerah lain akan berusaha untuk sebaik atau bahkan lebih baik dari Ibu kotanya. Sudah puluhan Tahun Ibu kota mengalami berbagai macam bencana dari berbagai bidang, mulai masalah transportasi dengan kemacetannya, Banjir, membludaknya jumlah penduduk dan sebagainya.

Dengan menyelamatkan Ibukota dari main problem yang menderanya selama bertahun-tahun, maka prestasi inilah yang kelak akan mengantarkan Jokowi menjadi RI1 dengan mulus tanpa hambatan berarti bak memasuki jalan tol yang lengang. Sebagai Trusted Leader berkat karakter dan sepak terjangnya, Publik tak akan ragu untuk menyuguhkan suaranya kepada beliau. Mengobati Kota yang gampang meriang memang sulit, butuh waktu, biaya dan konsistensi, Ibukota ibarat lahan kosong yang hendak dijadikan sawah namun sudah terlanjur menjadi perumahan, untuk mengembalikannya sesuai tujuan semula pastilah penuh rintangan, namun tak ada hal yang tidak mungkin selama diperjuangkan dengan terencana, gigih dan benar.

Jangan sampai Jokowi resmi dicap sebagai kutu loncat yang berpindah pindah jabatan baru dalam waktu singkat, padahal jabatan sebelumnya belum diselesaikan. Sewaktu menjadi walikota Solo, belum sempat mengfinalkan prestasi yang nyata, Jokowi sudah divacuum menjadi Gubernur DKI.  Kini baru menjabat sebentar sebagai gubernur sudah mau dicalonkan kembali menjadi Capres, Bagaimana mau berprestasi dan berkonsentrasi menyelesaikan masalah sesuai jabatan yang diembannya kalo ditengah jalan main distop dan dipaksa pindah. Memang tak ada yang melarang siapapun untuk maju sebagai Calon RI1, apalagi banyak perusahaan kendaraan berebut menyewakan angkutannya pada Jokowi sebagai wahana transortasi menuju kursi Capres 2014, tak ayal inilah momen pragmatis bagi Jokowi mengukuti Capres, tapi apa tidak seyogyanya meninggalkan warisan indah dulu bagi masa depan Ibukota Jakarta.

Last, Terlepas menjadi Jokowi menjadi capres ato tidak, mari kita dukung perjuangan beliau dalam mewujudkan Ibukota yang lebih baik dan maju sehingga kelak generasi muda bangsa ini bisa menyaksikan wajah Ibukota negaranya yang Indah berseri, memiliki bangunan2 bersejarah terawat alat Paris, kota yang tertata rapi, lahan hijau yang memadai, transportasi publik yang oke, keamanan tingkat tinggi layaknya Singapura dan memiliki udara se sejuk kota Wonosobo.  Mungkin masih terdengar mustahil, but anything can happen, meski entah kapan bisa terwujud selama dari sekarang terus konsisten berbenah, niscaya kemustahilan ini bisa berangsung memudar.

Iklan

10 thoughts on “Menyelamatkan Ibu Kota sebagai jembatan untuk menyelamatkan Negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s