Jokowi akhirnya “Menantang” Prabowo

Pilpres

Berakhir sudah Misteri siapakah tokoh yang akan dipilih Ibu Megawati untuk mewakili PDIP memasuki arena tempur Pemilihan Presiden 2014. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang ramai dinominasikan sebagai salah satu calon unggulan peserta bursa Calon Presiden 2014 memberikan pernyataan kesanggupannya untuk menjadi Capres dari PDIP. Meski keputusan ini belum diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan konvensi partai, akan tetapi publik tanah air berhasil mendapatkan jawaban terang soal kepastian maju tidaknya Jokowi sebagai kandidat Capres. PDIP menjalani proses panjang dan penuh misteri dalam menentukan tokoh yang akan didaulat sebagai Capresnya, Ibu Mega sepertinya sangat hati hati untuk memberikan keputusan yang maha penting nya ini. Tanda tanda bahwa Jokowi berpotensi besar untuk mewakili capres dari PDIP sebenarnya sudah Nampak, salah satunya banyak aktivitas yang dilakukan Ibu Mega bersama Jokowi, wujud kedekatan ini saja sudah mengindikasikan ada sesuatu yang istiwewa dalam pandangan Ketua Umum PDIP terhadap Jokowi.

Puncak dari kedekatan ini adalah ketika Jokowi pada 12 Maret 2014 lalu diajak untuk berziarah ke makam Bung Karno di Blitar. Publik tidak cukup kaget jika pada akhirnya pengumuman Jokowi sebagai Capres dibacakan oleh Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Puan Maharani di Kantor DPP PDIP Jakarta pada hari jumat 14 Maret 2014 lalu. PDIP seolah tak ingin kehilangan momentum dalam hal pendapatan suara, elektabilitas dan kepopuleran Jokowi sedang di atas menara diproyeksinya mampu menambang jumlah suara yang signifikan besarnya. Sehingga rencana pengumuman siapa capres PDIP setelah drama Pemilu Legislatif bubar dimajukan secepatnya sebelum musim kampanye ON AIR pada 16 maret 2014.

Lawan kuat bagi Prabowo?

Prabowo yang sempat menjadi unggulan dan main fighter di ring Capres 2014 mendatang mulai digoyang oleh Jokowi yang dijagokan oleh banyak lembaga survey. Kehadiran Jokowi sebagai capres harus dijadikan Warning bagi kelancaran ekspedisi Prabowo dan Gerinda memenangkan pemilu Presiden 2014. Bagi prabowo, Pemilu 2014 ini adalah Palagan dan kesempatan terakhir meraih kursi Presiden karena usia prabowo sudah berada diujung batas maksimal usia seorang Presiden RI. Tak mengherankan bila Prabowo dan Gerindra bakal bertempur habis habisan All out Attack di tahun ini, berbagai iklan dan pasukan simpatisan sangat gencar diberdayakan.

Last, Bukan Prabowo saja yang memiliki banyak black hole dan gangguan sehingga mudah diserang oleh pihak competitor, Jokowi juga menyimpan hal yang sama. Kedudukannya sebagai gubernur DKI Jakarta baru berumur 1 tahun lebih, usahanya membenahi Ibu kota Negara belum dituntaskan dengan maksimal. Jakarta yang super over kompleksitas masalahnya saja masih belum dituntaskan bagaimana dengan negara sebesar Indonesia yang tingkat masalahnya jauh lebih besar? Hujan keraguan dan ketidakpuasan terhadap Jokowi siap menunggu didepan halamannya. Apapun yang terjadi, kita semua berharap akan keputusan PDIP yang mungkin saja sudah memikirkan semuanya matang matang jauh kedepan bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Baik Jokowi atau Prabowo, semoga dan berdoa diantaranya keduanya adalah salah satu figure Satria Piningit yang misterius dan ditunggu seluruh rakyat Indonesia.

Iklan

17 thoughts on “Jokowi akhirnya “Menantang” Prabowo

    • Rakyat indonesia mengamanahkan jokowi untuk menjadi RI 1. Rakyat merindukan pemimpin yang berani membasmi korupsi dan mampu menyejahterakan rakyat. Memangnya jika jokowi jadi RI 1, lantas jakarta akan ditinggalkan? Tentu tidak !!! Dia akan mendatangi jakarta dengan kuasa penuh. Kendali atas penuntasan banjir ada di tangannya. Dia bisa memaksa para gubernur untuk segera menghilangkan ego kedaerahannya untuk dapat bahu membahu menuntaskan banjir. Dan dengan kuasa penuh di tangannya, dia bisa men stop datangnya mobil-mobil baru penyebab bertambahnya kemacetan. Kalau indonesia mau maju, mesti ada pemimpin seperti jokowi. Berorientasi mensejahterakan rakyat, tidak rakus, sederhana, tidak petantang petenteng (belagu). mana ada hari gini ada pemimpin ok kayak jokowi.

      Balas
  1. kemarin ada trending topik #JokowiBerkhianat di twitter yg dilancarkan oleh akun @MentionRemaja. Nah… siapakah orang di balik itu semua? Mungkinkah pendukung Partai Keranda? Atau partai lain? *ala2 silet gitu dibacanya :p

    Balas
  2. pilih yg militer deh, jokowi bagus sih tapi skrg ini kyknya belum saatnya, masih banyak yg kudu diberesin supaya nkri tetep utuh.

    Balas
  3. Ingat bro, kesempatan itu tidak datang dua kali. inilah momentum terbaik bagi jokowi jadi RI 1. Setelah itu, baru kita sikat habis para koruptor pencuri uang rakyat. Buat yang merasa pernah korupsi, pasti takut jokowi jadi RI 1.

    Balas
  4. Jokowi-Mahfud MD Calon Presiden & Calon Wakil Presiden yang terbaik, bersih anti korupsi, memihak rakyat, anti penindasan rakyat kecil. Semoga yang jujur yang menang.

    Balas
  5. Jakarta – Detiknews. Capres PDIP Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan.

    “Bagi-bagi kursi dan menteri itu tidak baik,” tegas Jokowi dalam pertemuan dengan Forum Pemred, di rumah makan Horapa, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

    Jokowi mengatakan, hal itu sudah dilakukan saat dia menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Dia yakin tidak akan jadi masalah jika nantinya parlemen memusuhi. Yang pasti dia tetap akan bekerja keras memajukan bangsa demi rakyat.

    “Saya nggak takut, di DKI (kursi PDIP) cuma 17 persen dan APBD muncul terlambat juga gak apa-apa. Memang untuk apa? Kalau mau kerja sama semua ya kita silakan,” ucapnya.

    Jokowi menambahkan untuk koalisi nanti, dia tidak masalah walaupun hanya 1 parpol yang ingin bergabung dengan PDIP. “Satu cukup, tidak masalah dan saya tidak mau membebani,” ucapnya.

    Saat ini PDIP sudah mengikat koalisi dengan NasDem. Gabungan kedua partai itu sudah cukup untuk mengusung Jokowi di Pilpres 2014. Meski demikian, PDIP masih mencari partner koalisi yang lain.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s