Dulu HANSIP sekarang LINMAS

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Identik dengan warna Hijau daun dan sebuah pentungan konvensional, kehadirannya biasanya menjadi trademark akan adanya sebuah hajatan warga atau ketika ada keramaian tertentu. salah satu aparat negara yang kehadirannya menyebar hingga ke pelosok desa ini, hingga sekarang masih belum sepenuhnya mendapat respect dan Salute semestinya di mata masyarakat umum. Aparat yang populer dengan sebutan Pertahanan Sipil (Hansip) meski sudah ter Rename menjadi Perlindungan Masyakarat (Linmas) dianggap masih dibawah aparat negara lainnya seperti TNI dan POLRI. Dimedia Televisi atau disetiap desa memang masih ditemukan aparat Hansip dengan style ala kadarnya, sederhana, tidak segagah dan se keren Militer atau Polisi. Kondisi demikian memanglah hal yang wajar, mengingat Personil Hansip umumnya diangkat secara SUKARELA dengan Honor SUKARELA pula, sehingga sebagai aparat SUKARELA jarang ada pemuda yang tertarik mengabdikan dirinya menjadi seorang Hansip. Namun pada kenyataannya, baik langsung atau tak langsung masyarakat, bangsa dan negara sangat merasakan manfaat akibat kiprah Hansip dilapangan. Sebagai aparat keamanan yang berada langsung hingga akar rumput, Hansip sangat-sangatlah dekat dengan masyarakat dan terkadang tenaganya kerap digunakan untuk membantu masyarakat yang memerlukan tentunya dengan semangat SUKARELA dan Bayaran SUKARELA pula. Mungkin dibenak seluruh personil Hansip di Dunia sangat mendambakan impian mereka dapat dianggap setara dengan PNS minimal terkait jumlah bayarannya. Kebanyakan profesi Hansip di desa-desa adalah sebagai profesi sampingan, mereka tentu telah memiliki sumber penghasilan dahulu sehingga prinsip SUKARELA dapat dijalankan dengan lancar.

( ) Special Comands Group , Pasukan khusus Linmas yang hanya diterjukan saat kondisi darurat.

(Spezielle Befehle Gruppe ) Special Commands Group , Pasukan khusus Linmas yang hanya diterjukan saat kondisi darurat.

Sejarah Singkat Hansip

Cikal bakal hansip (Pertahanan Sipil/ Civil Defence) berasal dari organisasi bentukan Belanda bernama Light Burscheming Dients (LBD) disaat Jepang mulai menginvasi wilayah Hindia Belanda. Banyak tugas yang dimiliki LBD, yakni melindungi masyarakat dari serangan udara, intelejen, pemadam kebakaran, penerangan masyarakat serta tim penyelamat/evakuasi. Paska perang kemerdekaan pada 1949, dibentuklah organisasi seperti LBD bernama Organisasi Perlawanan Rakyat yang bertugas membantu pemerintah memulihkan keamanan dalam negeri. Inilah awal pembentukan organisasi Hansip yang kemudian baru dibentuk secara resmi oleh negara pada 1954 melalui UU no. 29 Tahun 1954 tentang SISHANKAMRATA. Pada tahun 2000, melalui surat edaran Mendagri Nomor 061/847/SJ tanggal 5 April 2000 tentang Penataan Perangkat Daerah, nama Pertahanan Sipil kemudian dirubah menjadi Perlindungan Masyarakat disingkat Linmas.

Pasukan Khusus Linmas

Sekarang seiringan dengan kebutuhan, perubahan dan perkembangan zaman, Hansip yang telah berganti nama menjadi Linmas juga turut berbenah diri tak mau kalah dengan aparat negara lain yang lebih keren tampilannya (TNI-POLRI). karena Potensi Linmas masih sangat besar untuk diberdayakan sebagai sebagai aparat keamanan selain TNI-POLRI maka dibeberapa daerah membentuk unit Linmas khusus yang disebut Tim Reaksi Cepat /Quick Response Team (TRC) yang dilatih secara sistemis sebagai pasukan Linmas yang khusus menangangi bencana alam (SAR). Sebagai pembeda dengan Linmas biasa, Seragamnya dibedakan dengan memakai warna Hijau tua seperti milik Polisi Militer. Anggota personilnya berasal dari Linmas Desa pilihan yang diajukan masing masing Desa/Kelurahan.  Selain pasukan khusus bencana, Linmas juga memiliki pasukan khusus lain yakni Special Commands Group, terdiri dari personil berusia muda, dilatih dan didik sebagai pasukan paramiliter yang siap diterjukan ketika negara dalam keadaan Perang atau situasi tertentu. Seragam yang dikenakan Linmas ini juga berbeda, memakai warna hijau keki seperti yang dikenakan pasukan Brimobs di Watukosek. Guna menunjang opersional, pasukan khusus Linmas ini dapat dibekali dengan perlengkapan spesial seperti Magpull FPG, senjata yang bisa dilipat jadi kotak pensil, Kendaraan taktis sebagai sarana mobile, Rompi pelindung taktis dan Helm taktis, tentu semua peralatan, seragam dan kebutuhan lainnya tergantung kebijakan pemerintah daerah yang menaungi Linmas berikut pos anggaran yang disediakan.

Linmas Enforced Gears, Perlengkapan Paramiliter Linmas bila Negara dalam Kondisi Perang. (Magpull FPG- Iveco LMV- Rothco Tactical Vest- M3 Tactical Helmet)

Linmas Enforced Gears, Perlengkapan Paramiliter Linmas bila Negara dalam Kondisi Perang. (Magpull FPG- Iveco LMV- Rothco Tactical Vest- M3 Tactical Helmet)

Melihat perjalanan sejarahnya yang panjang, Hansip atau sekarang mari kita kenal sebagai Linmas adalah salah satu profesi pengabdian diri pada negara dan refleksi bela negara yang sudah berjalan di era modern saat ini. Linmas seharusnya tak lagi menjadi aparat negara yang terpinggirkan, profesi, tugas dan kiprahnya sangat berguna bagi masyarakat banyak. Tugas Pengamanan TPS, Shalat Ied, Hajatan, Ronda, adalah sebagai tugas mulia Linmas yang tetap terjaga hingga kini. At least, Nama Hansip memang kadung sudah mendarah daging dimasyarakat tanah air khususnya dipedesaan, namun mengingat Hansip telah di rename menjadi Linmas, maka kini saatnya mempopulerkan nama Linmas  dan memberikan Salute dan respek yang tinggi terhadap para anggota Linmas dimana pun mereka berada.

Iklan

7 respons untuk ‘Dulu HANSIP sekarang LINMAS

  1. miris gan liat hansip / Linmas lebih sering djadikan bahan ejekan di siaran2 tv….semakin menambah jelek image dr petugas Linmas…sedang kenyataan di lapangan memang keberadaan personil Linmas sering terpinggirkan, dengan pelatihan dan perlengkapan seadanya serta anggaran yang nyaris Rp 0,-.
    mungkin kita bsa belajar dr Singapura, dmana personil SCDF (Singapore Civil Defence Force) benar2 sebagai personil “Linmas” yang dihargai, profesional, terlatih, difasilitasi dengan peralatan dan perlengkapan terbaik sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan “sederajat” / selevel dgn SAF (Singapore Armed Force) dan SPF (Singapore Police Force)

    Balas
    • begitulah gan.. dari pusat seluruh kebijakan manajerial linmas tlh disistribusikan ke masing-masing pemda. Bagaimana Linmas diberdayakan, dikelola dg profesional smua trgntung pemda nya, shngg tiap daerah bs berbeda-beda operasinya..

      so, menurut saya agar linmas lbh terlihat keren n profesional, personilnya direkut secara formal dari pemuda2 terpilih, dilatih khusus dan digaji selayaknya karyawan. tidak spt skrng yg direkut secara sukarela dg honor ala honoerer/lepas.

      klo mau di optimalkan, tugas linmas sbnrnya bs setara polisi atau paramiliter. yg membuat image linmas terpinggirkan adlh personilnya yg sukarelawan, tak terlatih ,SDM kurang, dan tupoksi yg lbh sering terlihat sbg tukang jaga hajatan.

      Balas
  2. SMS Tersangka puspita kristin Penipuan “Maaf tadi sy tlp susah,masalah kontrakan yg bpk/ibu tmpati skrang yg punya adik sy Amir apabila ada perlu atau mau perpanjang kabarin aja dia hp 085213422247″
    Saya SMS Balik dapat JAWABAN DARI 085213422247
    ” Ni rek istri sy. Bank bri
    nama : puspita kristin
    no.rek : 202 401 007 897 507″
    Tolong diproses penipu ini pakai nomor sms massal 082299092031,082240497384. POLISI REPUBLIK INDONESIA Tanggal 25/02/2015

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s