SUPER MAXIMUM and CLIMAX On FAST FURIOUS 7

F7

Yeah, Sejak pertama kali hadir Film sudah menjadi salah satu bentuk hiburan wajib khalayak ramai, apalagi bila film tersebut telah membetot sejumlah kesuksesan, menyedot jutaan penggemar , berkembang menjadi Franchise sehingga rangkaian panjang sekuel film tersebut tercipta dan selalu berhasil mengisi rasa dahaga siapapun yang menantinya. Fast & Furious bisa dikatakan sebagai Icon Franchise dalam genre action adu balap mobil. Tanpa di duga, 31 Maret tengah malam muncul serangkaian pesan berisi Fast Furious 7 hadir di Studio 1, padahal setahu ane, F7 dijadwalkan rilis pada 3 April 2015. Wow, Fast Furios banget. Esok Siang Sore Malam harinya, Bioskop satu satunya di kota kaki gunung Olympus jawa tengah invasi gelombang manusia dari 4 Kabupaten ! Serangan massif ini sukses membuat lahan parker stuck hingga melubar ke pinggir jalan. Pemandangan yang membuat siapapun harus bersedia menahan diri untuk menontonnya di waktu berikutnya. Bagaikan menahan pipis 24 jam, antrian loket sepanjang apapun akhirnya ane hadapi demi meraih kertas mungil berukir nomor kursi, rasa kangen aksi Dom dan ajang tribute untuk mengenang Paul walker sudah sedemikian sulit ditahan, 3 Jam kemudian ane mendapati diri ini tengah duduk menatap layar raksasa dengan penuh konsentrasi. Apa yang ditunggu pun dimulai…

Sekuel paling kumplit . itulah yang ane tangkep sepanjang 137 menit durasi penayangannya, James Wan piawai mengeksplore segala kemegahan Franchise FF semaksimal mungkin, mulai dari plot, action, visual effect, hingga comedy.

CHARACTER

Seluruh aktor dalam F7 nyaris mampu bermain baik dan stabil, Kedigdayaan Jason Statham yang berperan Main Enemy, Deckard shawn tetap terekspos hingga akhir. Obrolan kocak Roman dan Tej selalu hadir dikala tegang sehingga rasa tegang pupil mata sedikit istirahat berkat bibir yang terbuka lepas.

ACTION

Adegan droping Dominic Toretto, dkk dengan Alutsista nya melalu perut Pesawat C5 Galaxy memberikan kesan dan rasa ketegangan super keren, bagaikan penerjuan pasukan Linud (Airborne) di ditengah wilayah musuh. Baku tembak, Adegan nekad, duel sengit Brian vs Aktor Ongbak Thailand, Tony Jaa (Kiet), mengingatkan ane dengan kehadiran Joe Taslim sebagai wakil Asia Tenggara. Hebatnya, Tony Jaa yang identik sebagai jagoan martial art lantas tak tercemar image nya ketika harus kalah melawan Brian, James Wan merancang Kiet takluk berkat kecerdikan Brian memanfaatkan situasi. Last Battle, Dom vs Shaw bagaikan Batman vs Ra’s al Ghul ,kemampuan bertarung sama kuatnya membuat mata terpaku kaku menyaksikan pertarungan keduanya.

THE MACHINES

Tak ada yang tak tega dalam Fast Furious, ratusan mobil keren nan eksotis dihancurkan begitu saja demi magnet aksi yang menghentak kursi penonton dan menggenjot penjualan tiket. Kemunculan Supercar milik Pangeran Yordania, Lykan Hypersport tertanya gagal membuat ane kagum, desain yang mainstream ala Gallardo jadi penyebabnya. Berbeda dengan kemunculan Audi RSQ dalam film I,Robot. Final Fight tak kalah ngeri, pasukan bayaran memakai 2 unit Heli Stealth Comanche plus Drone Predator Nextgen

Satu-satunya hal yang membuat segala kelebihan FF7 sedikit aneh adalah telatnya respon Garda Nasional dalam mencegah kerusakan kota LA dari hantaman roket heli Comanche, justru pihak kepolisian yang terlihat konyol harus menghadapi pasukan elit bayaran bersenjata canggih.

Camera Direction nya mantab abis, BGM menawan dan suguhan jalanan mulus di pegunungan adalah salah satu sisi keindahan latar yang bikin enjoy mata. Semua petualangan seru Dom, dkk yang penuh gejolak tersebut di Finalisasi dengan sangat indah di penghujung film. Yah, kenangan terakhir Paul Walker sebagai Brian O’conner ditayangkan secara historial penuh drama, dari penampillannya di seri pertama hingga akhir, dentingan music pengiring menambah rasa haru di dada ketika mengingat sang Aktor telah meninggalkan dunia ini selamaya. FOR PAUL !

Ada satu rangkaian kalimat yang menarik disalah satu adegan, sedikit lupa tetapi hal yang dapat ane interpretasikan adalah bahwa sebebas apapun di berpetualang, akhirnya kita akan berhenti juga di sebuat tempat yang abadi, Keluarga. Kehebatan seorang Pria bukan karena jago berkelahi, ganteng, kaya, dll tetapi dapat menjadi Suami dan Ayah yang terbaik bagi keluarganya. Well, Fast & Furious 7 terbukti memuaskan, Heavy Recommended, dan tentu saja dianjurkan untuk dikoleksi.

Skor 4.7/5.0

Iklan

8 thoughts on “SUPER MAXIMUM and CLIMAX On FAST FURIOUS 7

  1. kayaknya heli yg ditumpangi Mose Jakande & anak buahnya itu bkn comanche deh gan. comanche ukurannya sangat imut, cuma sanggup menampung 2 orang kru (pilot dan co-pilot)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s