Keajaiban Curug Nangga dan Keramahan Penduduk Desa Petahunan

nangga

Siapa yang tak mengenal Curug, sebuah karya alam yang begitu menawan untuk tampil dalam memori mata dan jepretan lensa, Curug dalam bahasa local (Jawa/Banyumas) berarti Cascade, Air terjun atau Waterfall. Pada awal tahun 2015 lalu, masyarakat disekitar Kerajaan Banyumas, Ibukota Purwokerto City dan bahkan penjuru nusantara atau internasional marak memperbincangkan satu lagi buah karya keagungan Tuhan di sebuah desa terpencil ,Asri dan nggunung bernama Desa Petahunan, perfektur Pekuncen, Ajibarang, Banyumas.

Curug tersebut bernama Nangga, yang secara ngapaklogis berarti ber-tangga, memiliki undakan/anak tangga. Sesuai namanya, Curug Nangga memiliki air terjun bertingkat, tepatnya berjumlah 7 tingkatan. Mendengar namanya, seakan Curug Nangga bagian dari keindahan taman Babylon di Kahyangan sana, 7 (tujuh) tingkat, sulit membayangkannya tanpa menautkannya dengan bayangan alam Surga. Aneh, Unik dan Paradoksnya, Curug Nangga adalah Keajaiban Alam yang seharusnya sudah terbentuk ribuan/jutaan tahun silam, kenapa baru sekarang ditemukan ?? Hal inilah yang salah satu faktor bagi saya untuk segera menelusuri Curug Nangga dengan kepala mata sendiri.

Mencari lokasi Curug Nangga paska ke-booming-annya menjadi lebih mudah karena papan petunjuk tentang Curug Nangga Tertancap mantab di pinggir jalan utama, Jalan Raya Pekuncen. Sekitar Kurang lebih 500 meter setelah melewati jembatan dari Arah Ajibarang maka akan terlihat papan arah lokasi curug yakni di pertigaan jalan sebelah kiri. Dari pertigaan kemudian memasuki Desa Simedo sebelum sampai di Desa Petahunan, letak administratif Curug Nangga. Sekitar 3 Km dari Pertigaan, maka sampailah di lokasi akhir perjalanan berkendara, karena sisanya harus ditempuh dengan blusukan berjalan kaki mendaki bukit menuruni lembah ala Ninja Hattori.

curugnangga

Sepanjang perjalanan kaki menuju lokasi Curug, diramaikan oleh aktifitas warga desa yang tengah membangun jalan setapak berbatu menuju Curug sehingga memudahkan perjalanan kaki pengunjung. Menurut penuturan warga, sebelum ramai seperti sekarang, jalan menuju Curug berupa galengan sawah penuh belokan yang ada disebelah jalan setapak batu sekarang. Atas perintah Bupati Banyumas, meminta akses jalan dibuat lurus tanpa banyak tikungan, warga pun mematuhinya. Selain itu pula, berdiri beberapa kios makanan dan jajanan di kiri kanan jalan. Warga yang ramah dan enak di ajak SKSD membuat suasana panas menyengat saat itu sedikit semilir adem.

Akhirnya Curug bertingkat tujuh dapat saya tatap zoom jarak dekat, benar kata khalayak, curugnya bertingkat tujuh, keren. Sayangnya Keindahan Curug Nangga diganggu oleh dua hal, dasar air berlumpur sehingga air yang seharusnya jernih terlihat keruh, lalu tak suhu sekitar Curug tak mampu menolong menahan hawa panas yang menebar, tak seperti Curug lain yang mampu menawarkan semburan AC alami.

Kini pertanyaan tadi terjawab sudah, mengapa Curug Nangga baru terkenal sekarang adalah minimnya publisitas dari warga maupun pemda sekitar serta lokasi dan akses jalan yang lebih terlihat sebagai trek HotWheels dan hiking. Ketika berisitrahat sambil bercengkerama di kios makanan, saya mengcroscek kabar kalau masih adalah sepuluh Curug lain di sekitar Nangga, dan katanya memang benar. Tak jauh dari aliran sungai nangga, dibalik perbukitan masih tersimpan keindahan curug lain yang belum tersentuh keramaian.. Luar biasa, indah dalam kesunyian.

Alam Curug nangga yang cukup terbilang perawan, seiring ramainya kunjungan, warga sekitar pun kini mempersiapkan diri dari bahaya radiasi sampah pengunjung dengan memasang tanda dilarang buang sampah se enak udel dan beberapa kantong sampah. At least, Keramaian Curug Nangga kini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat sekitar, sebuah dampak yang mungkin telah lama diimpikan, dan tentu saja bagi Saya pribadi dapat mengenal lebih dekat tentang desa-desa di wilayah pekuncen yang selama hidup hampir tak pernah tersentuh kaki.

Iklan

6 thoughts on “Keajaiban Curug Nangga dan Keramahan Penduduk Desa Petahunan

  1. wah apik ya bisa bertingkat-tingkat gitu.. itungannya jalan akses sudah bagus atau masih seadanya mas? sampe sekarang belum kesampaian eksplorasi wisata jawa tengah sebelah barat..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s