INSIDIOUS CHAPTER 3, BERHARAP INI YANG TERAKHIR.

Jujur saja, Instalment ke 3 dari Insidious ini adalah salah satu most waiting movie 2015 bersanding dg Jurrasic World dan Star Wars Episode 7. Pasca tersanjung dengan di Film Insidious pertama (2011), kemudian berlanjut dengan Insidious kedua (2013) tentu tak salah bila hati berharap menanti adanya kelanjutnya kembali dan di awal bulan Juni ini, Insidious 3 hadir di layar bioskop tanah air. Agaknya, 2015 bukanlah panggung bersinar bagi film film bertema horror, Insidious chapter 3 belum berhasil menggapai criteria sebagai wonder hits bertema horror.Apalagi James Wan tak duduk sebagai Sutradara, kali ini digantikan oleh Leigh Whannell, menariknya James Wan tetap hadir sebagai bagian dari film, lebih tepatnya ‘penampakan singkat’ (cameo) berperan sebagai salah satu juri audisi.

Dengan kisah cerita yang ditarik dari seting dua pendahulunya (prekuel sebelum kisah keluarga Lambert), Insidious 3 menawarkan cerita tentang gadis muda (Quinn Brenner) yang kehilangan ibu nya satu setengah tahun silam dan berkeinginan untuk berkomunikasi dengan roh ibunya dengan bantuan seorang cenayang berbakat bernama Elise. Sayang usahanya justru menarik iblis jahat yang tertarik untuk menguasai tubuh sang gadis. Selama terdiam dalam rumahnya akibat kecelakaan lalu lintas, mulailah teror mengerikan terhadap sang gadis. Iblis jahat berusaha menarik roh sang gadis untuk dijadikannya budak, Elise, Ayah sang Gadis dan 2 “Ahli Hantu” ala GhostBuster yang disebut Spectral Sightings dunia maya berusaha menyelamatkan sang gadis.

Melihat aliran ceritanya, rasanya memang tak berbeda jauh dengan dua pendahulunya.. tetapi ada sedikit perbedaan mencolok disini, entah mengapa chapter ke 3nya mudah sekali tertebak dan terasa klise. Cara nongol si Iblis yang mengagetkan seolah menjadi trademark dari insidious, beberapa kali adegannya sukses membuat penonton cewe menjerit riang namun tetaplah hambar, ada rasa kebosanan karena tak ada sensasi baru atau berbeda. Tawa segar hadir ketika dua orang ghost buster beraksi, kelakuan dan karakternya adalah unsure komedi utama dari Insidious 3. Well, alangkah lebih menarik dan mengasyikan, bila franchise Insidious dikembangkan melalui media serial tv. Sepak terjang Elie sebagai cenayang pengusir hantu, 2 orang pemburu hantu konyol, korban roh jahat yang selalu ada serta iblis yang tetap berkeliaran diluar sana, adalah modal dasar bagi franchise Insidious untuk berlayar lebih jauh lagi dalam format yang berbeda, durasi berbeda, penggalian cerita yang lebih dalam.

At least, Insidious chapter 3 bukanlah produk gagal, buruk atau diluar ekpektasi, tetapi rasa rasanya perlu ada pembenahan dan inovasi baru bagi kisah iblis pemburu roh manusia dan manusia pengusir roh jahat ini. Kisah yang sama terus menerus tentu mengundang rasa hambar bukan, meski begitu ini hanyalah pendapat pribadi, bagi yang hanya mencari unsure horo dan mengejutkan, insidious 3 adalah jawabannya, tetapi ada syarat yang harus di penuhi…, tontonlah dimalam hari.

Skor : 3.5/5.0 ~ Biasa saja namun tetap worthed untuk disaksikan.

Iklan

3 thoughts on “INSIDIOUS CHAPTER 3, BERHARAP INI YANG TERAKHIR.

  1. Menurut saya, Insidious 1 dan 2 biasa saja. Gak horror banget. Mungkin terbiasa nonton acara2 di stasiun TV Thrill, jadi endingnya bisa nebak dan nuansa horrornya jadi biasa untuk film-film bertema supra-natural.

    Balas
    • Kalo anda bilang biasa saja, berarti anda bukan pecinta film horror dan jg tidak merasakannya secara psikologis. Insidious 1 + 2 dibesut oleg james wan (sutradara handal dlm film horror). Anda perhatikan insidious 1 + 2, dimana sebagian ada kesan paranormal activity dan unsur film SAW, all sounds nya jg sangatlah. Kesuksesan james wan membuat dirinya berhenti sementara untuk tidak mendirect film horror melainkan FF7 dan akan kembali lg untuk mendirect The Conjuring 2. James Wan sangat handal dlm memainkan psikologis kita dan shock moment nya pas dan kita tidak akan mudah untuk mengetahui kapan akan muncul.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s