PAK TA, Ambisi terbaru Kekuatan Militer Federasi Rusia

PAK TA

Gaya pertahanan Rusia kini telah berubah tajam, tak lagi mengandalkan gaya pertahanan klasik konvensional peninggalan Soviet yang terkesan kaku disana sini. Zaman telah berubah, konstelasi konflik berkembang dinamis linear dengan perkembangan teknologi militer apalagi setelah konfrontasi Rusia versus NATO yang dipicu oleh aneksasi Crimea dan campur tangan Beruang merah di tanah ukraina. Berubah atau tertinggal, mungkin berada dalam benak para petinggi militer Rusia terutama sang Presiden Vladimir Putin yang menginginkan kejayaan Rusia kembali pulih ditangannya. Dalam berbagai matra, terjadi modernisasi besar-besar ditubuh militer, peluncuran kapal selam baru, system pertahanan udara baru, pesawat generasi ke lima, dan sebagainya. Di ranah kekuatan udara, muncul wacana tentang rencana produksi pesawat angkut raksasa yang dapat mengantarkan pasukan besar ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 7 jam saja. Pesawat Transportasi ini mendapat julukan sebagai PAK TA. Sepertinya akan menjadi tandem bagi pesawat pembom masa depan Rusia, PAK DA (perspektivnyi aviatsionnyi kompleks dal’ney aviatsii / prospective aviation complex for long-range aviation) yang juga dalam tahap pengembangan.

Baca lebih lanjut

Mengenal Perkembangan Generasi Pesawat Tempur

132140

Sebelum kita mengenal wujud pesawat tempur dewasa ini yang serba canggih dan menakutkan, kita perlu mengetahui bahwa wujud tersebut tak tercapai dalam tempo yang singkat. Terjadi masa-masa pengembangan seiring dengan pencapaian dan penempuan teknologi baru pada setiap masanya, proses penyempurnaan ini akhirnya melahirkan karakteristik di setiap masa pengembangannya. Seperti halnya benda ciptaan manusia lainnya, semuanya diawali dari sosok yang sederhana hingga super kompleks sekarang ini, berikut masa-masa pengembangan (Generasi) Pesawat Tempur :

Generasi ke 1: (1940-an)

Babak awal penggunaan teknologi mesin pancargas (jet) pertama bagi pesawat tempur, Diciptakan untuk membantu memenangkan Perang Dunia 2, sayang kehadiranya dikatakan terlambat untuk menikmati ricuhnya Perang Dunia. Dimasa mendatang pasca Perang usai, para pesawat pertama yang memakai propulsi jet ini titik penting dalam perkembangan teknologi pesawat tempur. Karakter : Sudah memakai Propulsi jet, kecepatan tinggi .Contoh : F-80, messerschmitt Me 262.

Baca lebih lanjut

Mengenal OH-58D Kiowa Warrior, Helikopter Pengintai Ringan Terbaik

kiowawarrior_0

Sukses membaca habis karya sastra dari seorang novelis kondang Dan Brown berjudul DECEPTION POINT, gairah menulis keyboard yang sempat meredup akhirnya kembali juga. Dari berbagai informasi realistis yang luar biasa dari isi novel ini, dimana salah satu diantaranya adalah cinderama mata menarik bagi pembacanya, khususnya para penggemar dunia militerisme. Sebongkah peralatan militer canggih milik Pasukan khusus DELTA FORCE yakni Helikopter Kiowa Warrior. Bernama panjang, Bell OH-58 D Kiowa Warrior Armed reconnaissance Helicopter, merupakan versi nakal dan jahat dari keluarga helicopter sipil Bell 206. Helikopter ini sangat memiliki ciri khas yang unik, yakni adanya bola mirip ‘pentol kojek’ di atas poros baling-balingnya. Apabila versi baiknya, Bell 206 sukses secara komersial dan bahkan menjadi salah satu helicopter popular bagi keperluan sipil begitu pula Bell OH-58 yang terpilih oleh Angkatan Darat Amerika untuk didaulat sebagai mesin perang udaranya.

Baca lebih lanjut

Asymmetric warfare , Idol of the modern warfare at present

HALO

About Asymmetric War

Entering the current millenniums era , the world ‘s defense and strategy has entered a new phase , that is way or art of war which called by asymmetric warfare . The openness of the world’s public about the existence of asymmetric warfare is begin revealed and sticking when the world is crowded about War On Terror projects by United States , followed by political upheaval in the Middle East and North Africa as the Arab Spring movement successful devastated many countries . Asymmetric war is one other form of modern warfare that is multi-dimensional , covering the various layers of the life sector . A way to fight that is almost invisible to the perpetrator , weapon , goals and so on .

Non- conventional war or asymmetric ( Anti – Symmetric ) is one of the side opposite of conventional warfare or symmetrical . Asymmetric manner that doesn’t rely on full military power like war symmetrical . Symmetric and Asymmetric War sometimes complement each other or work together to win a battle in a fast tempo . Asymmetric warfare today has grown and developed into a phenomenon and popular method, its called SmartPower, this method is now a weapon for the giant capitalist country who want to conquering the target countries as the main alternative, but still using Symmetrical warfare or Hard Power for various reasons and considerations.

Baca lebih lanjut

Dulu HANSIP sekarang LINMAS

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Identik dengan warna Hijau daun dan sebuah pentungan konvensional, kehadirannya biasanya menjadi trademark akan adanya sebuah hajatan warga atau ketika ada keramaian tertentu. salah satu aparat negara yang kehadirannya menyebar hingga ke pelosok desa ini, hingga sekarang masih belum sepenuhnya mendapat respect dan Salute semestinya di mata masyarakat umum. Aparat yang populer dengan sebutan Pertahanan Sipil (Hansip) meski sudah ter Rename menjadi Perlindungan Masyakarat (Linmas) dianggap masih dibawah aparat negara lainnya seperti TNI dan POLRI. Dimedia Televisi atau disetiap desa memang masih ditemukan aparat Hansip dengan style ala kadarnya, sederhana, tidak segagah dan se keren Militer atau Polisi. Kondisi demikian memanglah hal yang wajar, mengingat Personil Hansip umumnya diangkat secara SUKARELA dengan Honor SUKARELA pula, sehingga sebagai aparat SUKARELA jarang ada pemuda yang tertarik mengabdikan dirinya menjadi seorang Hansip. Namun pada kenyataannya, baik langsung atau tak langsung masyarakat, bangsa dan negara sangat merasakan manfaat akibat kiprah Hansip dilapangan. Sebagai aparat keamanan yang berada langsung hingga akar rumput, Hansip sangat-sangatlah dekat dengan masyarakat dan terkadang tenaganya kerap digunakan untuk membantu masyarakat yang memerlukan tentunya dengan semangat SUKARELA dan Bayaran SUKARELA pula. Mungkin dibenak seluruh personil Hansip di Dunia sangat mendambakan impian mereka dapat dianggap setara dengan PNS minimal terkait jumlah bayarannya. Kebanyakan profesi Hansip di desa-desa adalah sebagai profesi sampingan, mereka tentu telah memiliki sumber penghasilan dahulu sehingga prinsip SUKARELA dapat dijalankan dengan lancar.

Baca lebih lanjut

Meramal masa depan JF-17 Thunder

JF17-turkey-05

The PAC JF-17 Thunder/CAC FC-1 Xiaolong, Light Fighter hasil kerja sama China dan Pakistan yang sejak dinyatakan full operasional  hingga saat ini belum berhasil meraih perhatian dan pengakuan dunia militer Angkatan udara. Padahal sejatinya, JF-17  selangkah didepan ketimbang lawan kompetitornya, LCA Tejas buatan India dimana JF-17 sudah memiliki kapasitas untuk melakukan ekport. Bagi China, JF-17 merupakan pesawat tempur kelas dua nya, tidak terlalu diperuntukan bagi PLAAF (AU China) hanya sebagai pengganti pesawat A-5C (Mig 19) dan F-7P (Mig-21+),berbeda dengan Pakistan yang menjadikan JF-17 sebagai pemain utama modernisasi Alutsista Angkatan Udaranya secara mandiri, menggantikan armada Mirage 3/5. Meski untuk kedua negara ketangguhan JF-17 sudah cukup teruji, pengakuan dari dunia Internasional masih sangat kurang sehingga belum menjadi lirikan utama dipasar Light Fighter Internasional. Selain Tejas, kompetitor utama JF-17 adalah F-CK-1 Ching Kuo Taiwan dan F/A-50 Golden Eagle Korea Selatan, yang terakhir namanya mulai berkibar setelah berhasil menjual 1 skuadron kepada AU Indonesia.

Baca lebih lanjut

Potensi Kamov Ka-27/28 bagi armada Helikopter AKS TNI AL

www.richard-seaman.comProduk blok Timur (Rusia) seolah menjadi alternative utama apabila merasa sudah terlalu bosan memilih produk blok Barat yang beragam jenis dan harganya. Salah satu unsur kekuatan TNI yang masih membutuhkan perhatian mendalam adalah modernisasi armada helicopter Anti Kapal Selam (AKS) TNI Angkatan Laut. Pasca era keemasan pada decade 1960s, TNI AL nyaris tak memiliki armada Heli AKS yang berkualitas tinggi, Di zaman Orde Baru TNI AL/Penerbal sempat mengoperasionalkan helicopter superpuma varian AKS, sayangnya masa tugas Heli ini tak berlangsung lama karena berbagai musibah yang mengikutinya. Saat ini, armada Helikopter TNI AL (Penerbal) masih mengandalkan helikoper NAS332 SuperPuma, NBell 412 dan NBO 105 sebagai backbone untuk berperan sebagai helicopter AKS. Adanya proyek MEF (Minimum Essential Forces) memberikan angin sejuk pagi pengadaan Helikopter AKS canggih, sempat muncul banyak varian yang berpotensi dipilih oleh TNI Al, yakni Sikorsky SeaSprite, Agusta Westland dan AS565 MB Panther.

Baca lebih lanjut