Bye-Bye FIFA

Tahun 2015 bisa dipastikan sebagai masa kegelapan The Dark Age bagi dunia kesepakbolaan tanah air, peristiwa ini menjadi momok yang kelam, ngenes, menakutkan dan ngelus dada bagi para pecinta atau masyarakat sepak bola tanah air. Tetapi bagi pihak lain, dalam hal ini bukan penggemar bola, semi penikmat bola atau bahkan golongan gak suka bola sama sekali justru mungkin beranggapan bahwa era kegelapan inilah dapat didayagunakan sebagai highly momentum melakukan pembenahan, reformasi dan restrukturisasi total frontal menyeluruh. Berbagai kisruh yang mewarnai sepak terjang kepengurusan PSSI dalam pergelatan sepak bola Nasional seolah bak baja adamantium yang sulit tertembus oleh angin perubahan apapun.

Baca lebih lanjut

Iklan

The Book Wars, Jokowi vs Prabowo dalam dunia buku

url

Pertarungan memperebutkan kursi RI 1 pada gelaran Pemilu Presiden 2014 lebih sederhana karena hanya memunculkan 2 kandidatnya saja yakni Jokowi dan Prabowo. Meski begitu kesederhanaan ini membawa pula rasa dilematis dalam memilihnya, kedua calon sama-sama memiliki kekuatan yang berimbang untuk di pilih, sama-sama memiliki daya saing dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jauh sebelum keduanya diresmikan sebagai kandidat calon Presiden, pertempuran keduanya telah lama di mulai dalam wujud perang buku. Buku-buku tentang kedua calon banyak bertebaran di took buku, saling berjejeran dan saling berhadapan, hingga kini book wars ini masih terus berlangsung karena secara terjadwal selalu saja ada buku baru tentang kedua calon. Dalam hal kuantitas, pasukan buku Jokowi lebih mendominasi dengan aneka judul, cita rasa yang bervariasi, karena banyak diracik oleh penulis yang berbeda. Banyaknya buku biografi Jokowi terlihat sebagai sebuah fenomena, usaha untuk memenuhi kebutuhan pasar yang saat itu sedang booming Jokowi, timing emas yang tak disia siakan oleh penulis dan para pebisnis buku.

Baca lebih lanjut

Ukraina dalam genggaman Putin

19-the-legend-of-koizumi-vladimir-putin-1

Kelihaian seorang Putin

Nama Vladimir Putin terus mencuat semenjak keberhasilannya membawa negeri beruang merah meraih kebanggaannya dihadapan barat yang sempat terpuruk pasca bubarnya Uni Soviet. Pelan namun pasti Federasi Rusia dibawah Putin terus bermanuver untuk merebeut kembali hegemoni nya dari tangan Barat khususnya Uni Eropa. Setelah berhasil menunjukan kedigdayaannya pada Georgia 2008 silam, Putin kemudian merancang pembentukan blok tandingan Eropa, Eurasian Union dan mendukung habis habisan sekutu Arab satu satunya, Suriah. Impian Vladimir Putin untuk menyatukan seluruh negara eks Uni Soviet dilakukan dengan rencana dan taktik yang matang, sehingga tak terlalu memancing resiko terlalu besar yang dapat merusak Rusia seperti ancaman sanski dari Amerika dan Uni eropa. Terganggunya proses merangkul Ukraina melalui Presiden Yanukovich yang memilih pro Rusia tak membuat Putin patah arang, justru kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik baiknya dan terkesan telah dipersiapkan sebelumnya. Usahanya membuahkan hasil dengan kembalinya Crime ke pangkuan Rusia, yang lagi lagi melalui kecerdikan Putin yang luar biasa. Militer Rusia terus diperkuat oleh Putin, meski sejatinya kekuatan fisik hanyalah alat bantu untuk mengamankan rencana putin untuk menciptakan permainan jangka panjang melalui Perundingan dan Upaya diplomatik yang diplot sebagai senjata peredam perlawanan Barat. Disisi lain, Eropa dan Amerika dibuat panik, gerah dan bermain tebak tebakan karena mereka belum memahami apa langkah putin selanjutnya.

Baca lebih lanjut

Misteri penerbangan MH370, Antara Konspirasi dan Tragedi

Gambar

Banyak pihak yang saling melontarkan spekulasinya tentang misteri dibalik hilangnya pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines, salah satu yang sangat menarik untuk diperhatikan bahwa proses pencarian dan penyelidikan terkait keberadaan pesawat naas ini mulai mengarah pada teori Konspirasi. Tak salah memang bila hilangnya penerbangan MH370 dikaitkan pada dunia Konspirasi, jika merujuk pada indikasi kecelakaan murni dirasa terlalu janggal tanpa bantuan Black Box, sehingga banyak hal yang terlalu menggelengkan kepala untuk dipercayai. Kenapa transponder mati, pilot tak mengirimkan sinyal tanda bahaya, dan sebagainya, terlalu janggal disana sini bila dipandang dari sudut teknis dan standar opersional nya. usaha pencarian yang tak kunjung menemui hasil nyata membuat banyak pihak hopeless dan kemudian membawa unsur konspirasi entah sebagai sarana pelipur lara atau memang analisa mengarah pada suatu teori konspirasi.

Baca lebih lanjut

Jokowi akhirnya “Menantang” Prabowo

Pilpres

Berakhir sudah Misteri siapakah tokoh yang akan dipilih Ibu Megawati untuk mewakili PDIP memasuki arena tempur Pemilihan Presiden 2014. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang ramai dinominasikan sebagai salah satu calon unggulan peserta bursa Calon Presiden 2014 memberikan pernyataan kesanggupannya untuk menjadi Capres dari PDIP. Meski keputusan ini belum diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan konvensi partai, akan tetapi publik tanah air berhasil mendapatkan jawaban terang soal kepastian maju tidaknya Jokowi sebagai kandidat Capres. PDIP menjalani proses panjang dan penuh misteri dalam menentukan tokoh yang akan didaulat sebagai Capresnya, Ibu Mega sepertinya sangat hati hati untuk memberikan keputusan yang maha penting nya ini. Tanda tanda bahwa Jokowi berpotensi besar untuk mewakili capres dari PDIP sebenarnya sudah Nampak, salah satunya banyak aktivitas yang dilakukan Ibu Mega bersama Jokowi, wujud kedekatan ini saja sudah mengindikasikan ada sesuatu yang istiwewa dalam pandangan Ketua Umum PDIP terhadap Jokowi.

Baca lebih lanjut

Cara asyik biar yang Golput nggak jadi Golput

Election

Banyak pihak yang memproyeksikan kalau Pemilu 2014 nanti akan diwarnai banjir Golput, sebagian besar golongan ini berada pada masyarakat menengah ke atas. Bisa ditebak penyebab hujan Golput ini kian deras, hamper semua media memberitakan hal negative tentang para pejabat Negara, politikus dan sebangsanya. Mereka yang seharusnya menjadi teladan masyarakat justru melakukan hal yang sebaliknya, meski masih banyak pejabat yang bergerak lurus tetapi imagenya sudah kadung dikotori oleh pejabat yang bergerak nikang nikung. Wajar bila masyarakat banyak yang menjadi Golongan Putih karena sudah sangat apatis, ragu, kehilangan kepercayaan dan sebagainya terhadap para penyelenggara negeri ini.

Baca lebih lanjut

Menyelamatkan Ibu Kota sebagai jembatan untuk menyelamatkan Negara

22f)v3

Joko widodo atau Jokowi, inilah salah satu figure di tanah air yang tengah didolakan oleh publik, Surveyor maupun media massa, kepopulerannya bahkan sanggup menyalip sang main fighter Capres 2014, Prabowo Subianto. Harapan untuk masa depan kota Jakarta yang lebih baik sedikit terbuka oleh masuknya cahaya yang bernama Jokowi ,rasa haus warga jakarta akan pemimpin yang mampu membuat perubahan lebih baik membuat Jokowi dan wakilnya Ahok berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sayang, euforia warga Jakarta untuk segera melihat pembenahan ibukota oleh sang Gubernur “kurus” terganggu dengan riuhnya dunia politik yang mendorong Jokowi untuk mengikuti bursa calon Presiden di pemilu 2014. Momentum yang tepat mumpung lagi populer kata mereka.

Baca lebih lanjut