Asus memang Asus

090301997211

Sepak terjangnya mungkin bisa disebut fenomenal di tahun 2014 lalu, Sosoknya lebih popular dikenal sebagai salah satu produsen perangkat Dekstop PC jempolan, khususnya bagi dunia per Gamer an. Entah karena mengekor beberapa Produsen lain yang tiba-tiba banting stir merambah jagat ponsel pinter ataupun memanfaatkan moment dan potensi yang tepat, Asus mulai gencar memasuki ponsel pintar dengan memperkenalkan jajaran Zenfone series dengan tipe Zenfone 4 Sebagai Flagshipnya. Mungkin Berkat desain, spesifikasi dan harganya yang kompetitif ASUS mulai menampakan secercah keberhasilan dan berhasil mengungguli beberapa produsen lain yang lebih dulu tebar pesona seperti Oppo . Namanya menjadi buah bibir dan produknya menjadi bahan diskusi di mana-mana, imbasnya nama Asus yang lebih dulu berkibar dalam jagad PC dan Laptop menambah kibaranya dalam jagad Smarthphone. Sejak ini, terjadilah peristiwa heboh berbondong-bondongnya rakyat kelas menengah mulai dari Pelajar hingga Bekas Pelajar merangsek berusaha memilih Produk Asus Zenfone Series.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tahun 2013, Tahun kedigdayaan Asia dalam teknologi Ruang Angkasa

Chang'e3

Tak terasa 365 hari di tahun babi ini sebentar lagi usai, gemuruh detik detik menjelang perpindahan tahun 2013 ke 2014 tinggal menghitung jam saja, memicu sebongka drive ingatan untuk sejenak ber Flash Black ria mengenang berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang 2013 ini. Dari sekian banyak kejadian, salah satu peristiwa yang monumental telah diukir oleh beberapa bangsa Asia, yakni kebangkitan salah satu bidang IPTEK yang sangat prestisius, teknologi Ruang Angkasa.

Tercatat ada 4 negara yang melakukan pencapaian penting di bidang antariksa, China, India, Jepang dan Korea. Selain itu ke 4 negara ini juga seolah terlibat dalam ajang perlombaan teknologi yang ambisius, Berikut pencapaian luar biasa yang dilakukan 4 negara Asia ini :

Baca lebih lanjut

Playstation 4 vs Xbox One, Which is Better?

Image

Bila dalam genre Smartphone mereka berdua tidak langsung Head to Head karena Microsoft bersaing melalui OS Windows Phone sedangkan Sony melalui Smartphone dengan OS Android, maka dalam genre Konsol Game mereka seolah dihadirkan oleh promotor tinju dalam 1 Ring duel. Untuk menjadi jawara nomor satu sebagai produsi game konsol, baik Sony maupun Microsoft trus berinovasi secara paralel satu sama lain, Keduanya sama-sama mengeluarkan seri konsol terbaru yakni Sony Playstation 4 dan Microsoft Xbox One sebagai senjata utama untuk meraih panggung nomor satu dalam industri konsol game. Baik Sony maupun Microsoft merupakan nama besar dalam dunia game, keduanya memiliki kelebihan tersendiri selain menghadirkan kualitas grafis yang keren.

Baca lebih lanjut

Roket RX-550, Masa depan penguasaan teknologi Antariksa dan Rudal Balistik Nasional

Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, India.  Masa depan Morotai Space Center Maluku, Indonesia.

Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, India. Masa depan Morotai Space Center Maluku, Indonesia.

Pengangkut Satelit dan Peluru kendali

Ambisi Indonesia untuk dapat membawa sendiri satelitnya ke luar angkasa adalah salah satu upaya mewujudkan kemandirian bangsa dalam teknologi antariksa. Ada kebanggaan atau Pride tersendiri apabila sebuah negara dapat menguasai teknologi di bidang antariksa sehingga bisa disejajarkan dengan kelompok negara yang sukses mengirimkan satelitnya sendiri seperti Amerika, Rusia, China, Jepang, India, Iran, dsb. Selama ini, untuk mengorbitkan satelit ke angkasa luar, Indonesia harus mengeluarkan kocek mahal untuk membayar kepada negara yang memiliki wahana peluncur satelit. Terakhir pada pertengahan 2012 lalu, Satelit Telkom-3 milik Indonesia gagal mengorbit akibat Roket Proton M milik Rusia mengalami kerusakan dan  sebelumnya satelit buatan LAPAN, TUBSAT pun harus nebeng roket PSLV 7 India untuk diorbitkan.

Baca lebih lanjut

Zaman BlackBerry telah lewat, Nokia kembali bangkit !!

Gambar

Bukti bahwa RIM Blackberry berada di ujung Jurang menjadi semakin jelas tat kala beredar berita bahwa perusahaan gadget asal Canada ini berencana menjual perusahaan untuk diakuisisi. Kehadiran Blakberry Z10 ,Q10 dan Q5 belum membantu perusahaan tersebut terlepas dari lubang hitam, malah salah satu gadgetnya yang dijual jutaan terpaksa dijual dibawah 1 juta rupiah di Amerika. Banyaknya aksi PHK masal yang dilakukan Blackberry dan ekspansi BBM ke Android juga semakin menghadirkan era kegelapan bagi vendor ini, suatu era yang sebelumnya pernah dirasakan oleh Nokia saat pasar smartphone dunia tengah booming BlackBerry. Apa yang membuat produk Blackberry tak lagi diminati pasar sejatinya sudah diketahui luas oleh masyarakat Internasional, berbagai cacian, kritikan dan hinaan hingga wejangan bagi gadget Blackberry tak mampu menyadarkan vendornya untuk segera berbenah. Rasa frustasi dan depresi akibat kepungan pasukan gabungan Android dan iOS  telah menghantui perusahaan ini, lompatan inovasi dan kreatifitas blackberry tertinggal sangat jauh dengan Duo Samsung dan Apel serta Triple Etente Sony, HTC, Motorola. Apalagi Blackberry masih terlalu mengandalkan senjata utamanya, Blackberry Messenger (BBM) terkesan sangat menutup mata dengan keadaan pasar. Gempuran messenger android yang rajin ngiklan di tv tak lagi dihiraukan.

Baca lebih lanjut

Media informasi yang keren ini malah diakhiri hidupnya..

Gambar

Sudah hampir 6 bulan lebih semenjak ane rajin mengunduh dan membacanya secara gratis, berkat konten nya tersusun rapi, minimalis, enak dibaca dan tiap edisi memiliki konten khusus terkait issue yang tengah panas dimasyarakat. Sebegitu apiknya majalah ini dikemas apalagi statusnya yang gratisan membuat ane jadi doyan unduh atau menjadi pelanggan setianya. Media bernama Harian Detik, koran digital berformat .PDF ini dapat di unduh melalui portal berita detik.com, terbit dalam dua versi Harian Detik Pagi dan Sore.

Baca lebih lanjut

Klo Jenuh dengan Smartphone, saatnya kembali ke Ponsel Low End

Gambar

All hands,

Dunia telepon pintar alias smartphone kini seolah memang menjadi bagian penting dari gaya hidup dan kebutuhan sekunder masyarakat kebanyakan. Jaman dimana ponsel2 basic (low end) populer di era 2000 an awal sudah kian tertutup oleh tirai lautan smartphone, teknologi tinggi, banyak fitur dan hiburan menjadi menu wajib yang ada disetiap smartphone apalagi dipandu dengan harga yang murah meriah terutama smartphone produksi Republik Rakya China. However, namanya benda dengan teknologi tinggi disisi lain juga menyimpan banyak titik lemah, saking canggihnya ada aj problem keluar  seperti boros energi dan terjadi insiden lemot, kelemahan2 ini pada suatu waktu membuat pemakainya jengkel, terutama mendadak nge Hang saat buru2 ingin melakukan komunikasi.

Baca lebih lanjut