LHD dan peran strategisnya guna mendorong kekuatan Maritim TNI AL

mistral-warships

Mistral Perancis, pilihan utama bagi TNI AL. Selain sudah teruji, TNI punya pengalaman bertransaksi dengan Perancis.

About LHD

Amphibious Assault Ship atau lebih asyik disebut Landing Helicopter Dock (LHD) adalah sejenis kapal perang yang dilihat dari bentuknya mirip seperti Alter Ego nya Kapal Induk/AirCraft Carrier. Kapal jenis ini dirancang dengan kemampuan serbaguna (multipurpose) seperti mengangkut kendaraan-kendaraan amfibi, Helikopter ,pesawat tempur berkemampuan STOVL seperti AV-8 Harrier,F-35B Lightning II hingga helikopter kawin silang MV-22 Osprey. Tak banyak negara yang mengoperasikan LHD di angkatan lautnya, jumlahnya masih bisa dihitung jari, semisal Amerika (Wasp Class), Perancis (Mistral Class), Korea Selatan (Dokdo Class), Jepang (Hyuga Class), Spanyol (Juan Carlos Class) dan Australia (Canberra Class).

Dalam perkembangan ditubuh AL Amerika Serikat, LHD dapat dimodifikasi menjadi Landing Helicopter Assault (LHA) dimana LHD jenis ini lebih dikhususkan untuk mengangkut alutsista berstatus otensif (menyerang). Untuk pertahanan diri, LHD dapat dilengkapi dengan sejumlah Defensive System misalnya Anti-Torpedo Towed Defense System (Nixie), Close in Weapon Sytem dan Active missile decoy system (ex Nulka) atau bisa juga mendapatan kawalan (escort) dari beberapa Frigate dan Kapal selam layaknya Carrier.

Baca lebih lanjut

HQ-16, Pilar Sementara Sistem Pertahanan Udara Nasional

Hmm.. ane memulai menulis artikel ini dengan perasaan campur aduk antara bangga dan kecewa, bangga karena ternyata tulisan ane di blog ini “laku” dan disebar oleh orang lain. Kecewa karena tulisan ane di copas tanpa mencantumkan sumbernya. Baru pertama ini ane ngerasain gimana suka dukanya kena main copas tanpa aturan. Ok, Bom sudah jadi asap, sekarang  lebih baik go to the point.

Minna san,

Sudah cukup lama bahkan lama sekali wilayah udara nasional kita seolah tak terlindungi satu payungpun. Konsep sistem pertahanan udara nasional hingga era pencapaian MEF (Minimum Essensial Forces) sekarang belum juga mencapai kata final. Kemandirian dalam hal teknologi roket melalui proyek RX550 sampai sekarang juga mengalami banyak rintangan hingga kabar proyek ini seolah hilang ditelan isu2 politis. Sistem Pertahanan Udara Nasional sejatinya tak terlepas dari perkembangan TNI AU, hanya karakternya lebih dominan untuk daya tangkal dan perlindungan kedaulatan wilayah udara dari gangguan luar sesuai dengan namanya, Air Defence.

Baca lebih lanjut

Joint Project IFX/KFX Bakalan berujung pada Kegagalan?

Gambar

All hands,

Impian negeri ini untuk segera memliki pengetahuan dan kemampuan meracik Pesawat Tempur canggih sepertinya memang penuh Rintangan berat. Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam Proyek IFX/KFX untuk membangun dan memproduksi Jet tempur generasi 4.5 kandas sudah. Potensi kegagalan proyek KFX menyeruak ketika muncul berita tentang pemotongan anggaran oleh Pemerintah Korea Selatan untuk proyek KFX ditahun 2013. Alasan pemotongan ini dikabarkan karena dua hal yakni Perkembangan ancaman dan keamanan Regional yang makin mengkhawatirkan, serta Mundurnya Turki sebagai salah satu penyadang dana. Langkah Seoul emang cukup beralasan, rentang waktu untuk merealisasikan pesawat KFX sangat lama dilain pihak ketika Korea masih sibuk merancang pesawat KFX, negara2 tetangganya telah memiliki pesawat yang lebih modern seperti F35 USA, J20 China, T50 Pakfa Rusia, ATD-X Jepang dan ancaman dari rival abadinya Korea Utara yang berhasil meluncurkan Roket Balistik Peluncur Satelit Unha-3, dan tentunya bisa dilengkapi dengan kepala nuklir.

Baca lebih lanjut