Menanti bangkitnya Skudron 41 dan 42 TNI AU

Gambar(TU-16 Badger, mantan penghuni utama skuadron 41)

Di masa kejayaan TNI AU, skuadron 41 dan 42 adalah sarangnya para mbaurekso udara, monster-monster angkasa yang ditakui diseluruh langit Asia tenggara. Rumah bagi skuadron pesawat pembom strategis, TU-16 Badger yang dimasa itu didatangkan demi meningkat taring dalam pergelaran Operasi Trikora membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Kerajaan Belanda. Seiring gonjang ganjing politik yang menyelebunginya, nasib dari para pembom Strategis ini berakhir tragis, umur tugasnya yang masih seusia jagung dipaksa dimatikan pada awal tahun 1970-an. Praktis setelah peristiwa muram ini, Angkatan Udara tak lagi memiliki monster udara yang sangat dibanggakan, kebijakan pemerintahan orde baru tak lagi memprioritaskan Angkatan Udara sebagai matra yang agresif dan ditakuti kawasan. Kini, dengan bergejolaknya perkembangan, situasi, konsi pertahanan dan keamanan di kawasan terkait semakin panasnya drama perlombaan senjata, gesekan perbatasan dan pelanggaran kedaulatan seperti membuka mata batin yang memaksa para petinggi Hankam Republik ini memikirkan kembali kenangan masa lampau ketika langit nusantara masih dijaga oleh sang monster udara.

Baca lebih lanjut

Tu-95 Bear : Bomber legendaris rusia

Tu-95 Bear ‘The COLD WAR LEGACY’

Tupolev Tu-95 yang oleh NATO di beri julukan Bear, merupakan pesawat tempur pembom strategis jarak jauh yang paling sukses dalam hitungan lama penugasan, pesawat yang mampu membawa peluru kendali dengan hulu ledak nuklir ini mulai terbang pertama kali sejak tahun 1952 dan akan tetap bertugas di AU Rusia dan AL Rusia hingga tahun 2040.