PAK TA, Ambisi terbaru Kekuatan Militer Federasi Rusia

PAK TA

Gaya pertahanan Rusia kini telah berubah tajam, tak lagi mengandalkan gaya pertahanan klasik konvensional peninggalan Soviet yang terkesan kaku disana sini. Zaman telah berubah, konstelasi konflik berkembang dinamis linear dengan perkembangan teknologi militer apalagi setelah konfrontasi Rusia versus NATO yang dipicu oleh aneksasi Crimea dan campur tangan Beruang merah di tanah ukraina. Berubah atau tertinggal, mungkin berada dalam benak para petinggi militer Rusia terutama sang Presiden Vladimir Putin yang menginginkan kejayaan Rusia kembali pulih ditangannya. Dalam berbagai matra, terjadi modernisasi besar-besar ditubuh militer, peluncuran kapal selam baru, system pertahanan udara baru, pesawat generasi ke lima, dan sebagainya. Di ranah kekuatan udara, muncul wacana tentang rencana produksi pesawat angkut raksasa yang dapat mengantarkan pasukan besar ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 7 jam saja. Pesawat Transportasi ini mendapat julukan sebagai PAK TA. Sepertinya akan menjadi tandem bagi pesawat pembom masa depan Rusia, PAK DA (perspektivnyi aviatsionnyi kompleks dal’ney aviatsii / prospective aviation complex for long-range aviation) yang juga dalam tahap pengembangan.

Baca lebih lanjut

IRIAF F-14 TOMCAT, Satu satunya Armada Kucing terbang yang masih aktif di Dunia !

IRIAF

All Hands,

Bagi penyuka dunia Aviasi siapa yang tidak kenal dengan salah satu Jet Tempur generasi 3 paling aduhai di Dunia, Ukuran yang garang, desain yang menawan dan fitur Swing Swing yang sangat ikonik. F-14 Tomcat namanya, Jet Tempur Supersonik mesin ganda buatan Grumman Aircraft. Hasil Pengembangan dari Proyek gagal US, F-111B, pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut AS pada tahun 1972 menggantikan F-4 Phantom II. Masa pengabdian F-14 di US Navy berakhir pada tahun 2006, digantikan oleh F-18 Super Hornet. Di dunia ini hanya ada 2 negara yang memiliki Jet cantik ini, yakni AS sendiri sebagai produsen serta mantan soulmatenya dari Timur Tengah, IRAN. Iran yang saat itu masih dibawah kekuasaan Dinasti Shah Reza Pahlevi emang sangat beruntung, sebagai Sohib Amrik Iran dibanjiri senjata-senjata AS yang paling mutakhir saat itu. Kini 2 kawan karib ini telah menjadi musuh bebuyutan setelah Dinasti Shah Iran digantikan oleh Republik Islam Iran dibawah Khamenei.

Baca lebih lanjut