Bye-Bye FIFA

Tahun 2015 bisa dipastikan sebagai masa kegelapan The Dark Age bagi dunia kesepakbolaan tanah air, peristiwa ini menjadi momok yang kelam, ngenes, menakutkan dan ngelus dada bagi para pecinta atau masyarakat sepak bola tanah air. Tetapi bagi pihak lain, dalam hal ini bukan penggemar bola, semi penikmat bola atau bahkan golongan gak suka bola sama sekali justru mungkin beranggapan bahwa era kegelapan inilah dapat didayagunakan sebagai highly momentum melakukan pembenahan, reformasi dan restrukturisasi total frontal menyeluruh. Berbagai kisruh yang mewarnai sepak terjang kepengurusan PSSI dalam pergelatan sepak bola Nasional seolah bak baja adamantium yang sulit tertembus oleh angin perubahan apapun.

Baca lebih lanjut

Iklan

Asymmetric warfare , Idol of the modern warfare at present

HALO

About Asymmetric War

Entering the current millenniums era , the world ‘s defense and strategy has entered a new phase , that is way or art of war which called by asymmetric warfare . The openness of the world’s public about the existence of asymmetric warfare is begin revealed and sticking when the world is crowded about War On Terror projects by United States , followed by political upheaval in the Middle East and North Africa as the Arab Spring movement successful devastated many countries . Asymmetric war is one other form of modern warfare that is multi-dimensional , covering the various layers of the life sector . A way to fight that is almost invisible to the perpetrator , weapon , goals and so on .

Non- conventional war or asymmetric ( Anti – Symmetric ) is one of the side opposite of conventional warfare or symmetrical . Asymmetric manner that doesn’t rely on full military power like war symmetrical . Symmetric and Asymmetric War sometimes complement each other or work together to win a battle in a fast tempo . Asymmetric warfare today has grown and developed into a phenomenon and popular method, its called SmartPower, this method is now a weapon for the giant capitalist country who want to conquering the target countries as the main alternative, but still using Symmetrical warfare or Hard Power for various reasons and considerations.

Baca lebih lanjut

Dulu HANSIP sekarang LINMAS

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Logo & Perlengkapan Standar Linmas

Identik dengan warna Hijau daun dan sebuah pentungan konvensional, kehadirannya biasanya menjadi trademark akan adanya sebuah hajatan warga atau ketika ada keramaian tertentu. salah satu aparat negara yang kehadirannya menyebar hingga ke pelosok desa ini, hingga sekarang masih belum sepenuhnya mendapat respect dan Salute semestinya di mata masyarakat umum. Aparat yang populer dengan sebutan Pertahanan Sipil (Hansip) meski sudah ter Rename menjadi Perlindungan Masyakarat (Linmas) dianggap masih dibawah aparat negara lainnya seperti TNI dan POLRI. Dimedia Televisi atau disetiap desa memang masih ditemukan aparat Hansip dengan style ala kadarnya, sederhana, tidak segagah dan se keren Militer atau Polisi. Kondisi demikian memanglah hal yang wajar, mengingat Personil Hansip umumnya diangkat secara SUKARELA dengan Honor SUKARELA pula, sehingga sebagai aparat SUKARELA jarang ada pemuda yang tertarik mengabdikan dirinya menjadi seorang Hansip. Namun pada kenyataannya, baik langsung atau tak langsung masyarakat, bangsa dan negara sangat merasakan manfaat akibat kiprah Hansip dilapangan. Sebagai aparat keamanan yang berada langsung hingga akar rumput, Hansip sangat-sangatlah dekat dengan masyarakat dan terkadang tenaganya kerap digunakan untuk membantu masyarakat yang memerlukan tentunya dengan semangat SUKARELA dan Bayaran SUKARELA pula. Mungkin dibenak seluruh personil Hansip di Dunia sangat mendambakan impian mereka dapat dianggap setara dengan PNS minimal terkait jumlah bayarannya. Kebanyakan profesi Hansip di desa-desa adalah sebagai profesi sampingan, mereka tentu telah memiliki sumber penghasilan dahulu sehingga prinsip SUKARELA dapat dijalankan dengan lancar.

Baca lebih lanjut

Amazing R15, Durian runtuh bagi Yamaha

 

R15Indonesia

Sudah beberapa bulan ini mood memantau dan menulis dunia roda dua mulai memudar, berita otomotif yang ane anggap masih berstatus itu itu saja merupakan salah satu pemicu menurunnya tensi pandangan pada roda dua. Kesibukan untuk menguak tabir misteri dan menerobos dinding rahasia tentang Alutsista ghaib yang dimiliki TNI seperti Jet tempur Mirage 2000, Rafale, Typhoon, Rudal Balistik, Kapal Selam Kilo dan lainnya sangat menguras konsentrasi dan energi (Mohon maaf bila ane jarang ada kunjungan balik/Blog walking). Tebalnya dinding rahasia ini Sepertinya perlu akses yang lebih special untuk menembusnya, berbagai lapisan Pejabat Penting dari Panglima hingga Presiden perlu diwawancari lebih mendalam. Namun, hingar bingar fenomenalnya Indent Yamaha YZF-R15 melalui situs IwantYamahaR15.com memantik dan menyetop kesibukan ane untuk segera menelurkan artikel tentang super light sport Yamaha ini.

Baca lebih lanjut

Alutsista Misterius TNI dan Kegelisahan Negara Tetangga

575282_20140103080749

Intro

Adanya ajang perlombaan senjata (Arms Race) diantara kawasan yang belum tercipta sebuah aliansi adalah hal yang wajar. Memasuki abad 21, kawasan Asia khususnya Asia Pasifik mulai dimeriahkan dengan perlombaan kepemilikian Alutsista (Alat utama sistem Persenjataan) Canggih, ini tak lepas dari meningkatnya suhu perekonomian dunia yang kini bermigrasi dari Eropa/Amerika ke Asia. Negara negara yang paling antusias dalam kompetisi adu senjata biasanya terdorong oleh adanya permusuhan terselubung atau karena ada ancaman yang sangat serius dari negara sekitarnya, diantaranya Iran, China, India, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Singapura, Pakistan, Vietnam, Australia dan Indonesia. Jika diantara negara ini berencana atau tengah membeli Alutsista Strategis, maka negara sekitarnya akan turut terkompor untuk melakukan hal yang seirama, Jenis Alutsista tandingannya berbeda beda tergantung pada kebijakan politis dan anggaran yang dimiliki.

Baca lebih lanjut

Menyelamatkan Ibu Kota sebagai jembatan untuk menyelamatkan Negara

22f)v3

Joko widodo atau Jokowi, inilah salah satu figure di tanah air yang tengah didolakan oleh publik, Surveyor maupun media massa, kepopulerannya bahkan sanggup menyalip sang main fighter Capres 2014, Prabowo Subianto. Harapan untuk masa depan kota Jakarta yang lebih baik sedikit terbuka oleh masuknya cahaya yang bernama Jokowi ,rasa haus warga jakarta akan pemimpin yang mampu membuat perubahan lebih baik membuat Jokowi dan wakilnya Ahok berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sayang, euforia warga Jakarta untuk segera melihat pembenahan ibukota oleh sang Gubernur “kurus” terganggu dengan riuhnya dunia politik yang mendorong Jokowi untuk mengikuti bursa calon Presiden di pemilu 2014. Momentum yang tepat mumpung lagi populer kata mereka.

Baca lebih lanjut

Proyek Srikandi, Nyata, Hoax atau Fiksi Ilmiah??

Srikandi

Srikandi, sebuah nama yang sangat popular ditanah jawa, nama dari seroang dewi dalam khazanah pewayangan nusantara ini kabarnya tengah disematkan sebagai nama dari sebuah projek nasional dibidang Alutsisa strategis, Pesawat tempur. Bagi ane, informasi soal adanya projek Srikandi sudah cukup lama terlambat diketahui, hasil dari bersemedi bersama paman google menunjukan bahwa hembusan berita tentang Srikandi sudah melayang sejak tahun 2010 silam. Sebenarnya, upaya untuk mengembangkan pesawat tempur nasional bukanlah hal yang baru atau misterius, semenjak Republik masih dalam usia merangkak, beberapa pioner ahli pesawat nasional telah berusaha merancang dan membangun sendiri pesawat tempur, meski pada ujungnya upaya-upaya ini karam ditengah jalan akibat berbagai kendala seperti keterbatasan dana, Sarana penunjang, hingga minimnya dukungan kuat dari pemerintah.

Baca lebih lanjut