Izumo, Kapal Induk Destroyer pertama Jepang pasca Perang Dunia 2

Izumo dalam proses pembuatan

Izumo dalam proses pembuatan

Intro
Berbarengan dengan Peringatan ke 68 Bom Atom Hiroshima,  militer Jepang sukses memperkenalkan kapal induk terbaru dan terbesarnya setelah perang dunia 2 yang otomatis langsung memancng Perhatian serus dari Berbagai negara. Terutama China yang tengah bersaing panas dingin menyangkut perebutan wilayah di kepulauan Senkaku/Diayou melihatnya sebagai sebuah “Ancaman” tidak langsung serta pelanggaran terhadap konstitusi Jepang sendiri. Selain terlibat sengketa dengan China/Taiwan, Jepang juga secara tradisional masih bersengketa terkait perebutan kepulauan Kuril dengan Federasi Rusia. Dalam sengketa Senkaky/Diayou, Satu dua tahun sebelumnya Jepang selalu dikacangin oleh China, saat itu sikap Jepang terlihat sangat berhati hati dan lunak sehingga cukup banyak kapal dan pesawat China yang bermain main di area panas.

Baca lebih lanjut

Kapal Induk China Resmi Operasional

varyag1

All Hands.

Akhir bulan September 2012 ini merupakan hari bersejarah dan membahagiakan bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan China (PLA NAVY) dan Rakyat Tiongkok. Kapal Induk ex Varyag yang dibeli dari Ukraina tahun 1998, kemudian mulai direstorasi pada tahun 2002 secara sangat rahasia dan mulai menampakan diri ke publik setahun yang lalu. Perjalanan panjang dalam proses pembangunananya akhirnya sampai pada klimaksnya dengan diserahkannya Kapal Induk ini pada PLA NAVY. Upacaya serah terima berlangsung cukup meriah di kota Pelabuhan Dalian, China bagian timur laut minggu kemarin. Dengan berkibarnya bendera nasional Tiongkok di tiang kapal, Kapal Induk ini resmi menjadi milik PLA NAVY.

Baca lebih lanjut

Arti Strategis Kapal Induk

carrier

All Hands,

Kapal Induk merupakan salah satu wahana militer yang mempunyai peran signifikan dalam penggelaran armada tempur, tak salah China membangun Kapal Induk ex Varyag yang dinamai SHi Lang. Hanya negara-negara kuat lah yang sanggup mengoperasikan Kapal Induk, mengingat biaya operasionalnya yang sangat amat besar. Sebagai contoh cukup kapal kelas penjelajah saja misal KRI Irian yang dimiliki TNI AL era Trikora silam, untuk sekali berlabuh  saja konon menghabiskan semua komoditi di pasar pasar Surabaya, mantabs gak tuh, untuk Kapal Induk jelas lebih mahal lagi, bisa digambarkan bahwa kapal induk seperti kota yang dibonsai, lengkap dengan segala fasilitas standar sebuah kota.

Baca lebih lanjut