Alutsista Misterius TNI dan Kegelisahan Negara Tetangga

575282_20140103080749

Intro

Adanya ajang perlombaan senjata (Arms Race) diantara kawasan yang belum tercipta sebuah aliansi adalah hal yang wajar. Memasuki abad 21, kawasan Asia khususnya Asia Pasifik mulai dimeriahkan dengan perlombaan kepemilikian Alutsista (Alat utama sistem Persenjataan) Canggih, ini tak lepas dari meningkatnya suhu perekonomian dunia yang kini bermigrasi dari Eropa/Amerika ke Asia. Negara negara yang paling antusias dalam kompetisi adu senjata biasanya terdorong oleh adanya permusuhan terselubung atau karena ada ancaman yang sangat serius dari negara sekitarnya, diantaranya Iran, China, India, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Singapura, Pakistan, Vietnam, Australia dan Indonesia. Jika diantara negara ini berencana atau tengah membeli Alutsista Strategis, maka negara sekitarnya akan turut terkompor untuk melakukan hal yang seirama, Jenis Alutsista tandingannya berbeda beda tergantung pada kebijakan politis dan anggaran yang dimiliki.

Baca lebih lanjut

Pembelian Kapal Selam Kilo Class yang masih Misterius

Gambar

All hands,

Ditengah era keterbukaan Informasi seperti sekarang, rasanya masih agak sulit bila suatu pihak menyembunyikan informasi kecuali bila informasi itu memang benar2 super berharga yang jika dibuka sebelum waktunya akan menimbulkan masalah besar. Dalam hal pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan TNI guna memenuhi program Minimum Essential Force (MEF) sebagian besar Publik sudah mengetahui daftar belanja kebutuhan Alutsista TNI. Diantara Alutsista itu adalah pembelian Kapal selam dimana Kementrian Pertahanan sudah menjatuhkan pilihannya pada Kapal selam Buatan Korea Selatan, ChangBogo Class type 209/ 1400 ton. Kebutuhan kapal selam bagi TNI AL sudah kiat mendesak ditengah ramainya Perlombaan Senjata (Arm Race) dikawasan serta teriakan tanpa henti dari KRI Cakra dan Nanggala yang merengek terus minta tambahan teman.

Baca lebih lanjut

Heli anti kapal Selam, antara Agusta atau Seasprite ?

war

All hands,

Kebutuhan TNI AL akan armada Helikopter anti kapal selam sudah tak bisa ditunda terlalu lama lagi, sebelumnya TNI AL hanya memiliki 2 Heli anti KS yang usianya sudah tua sehingga sudah dipensiunkan. Menurut Kementrian Pertahanan, TNI AL membutuhkan 11 Heli anti KS yang akan dibeli pada 2014 mendatang guna memenuhi target Minimum Essential Force (MEF) dan sebagi pendukung kehadiran 3 kapal selam baru yang dipesan dari Korea Selatan.

Baca lebih lanjut

Kapal Selam : alutsista yg sangat dibutuhkan

 KRI 401 Cakra KM

All hands,

Sebenarnya mau post artikel ini pas lagi rame – ramenya TNI mau beli Kapal Selam, dan akhirnya sudah diputuskan bahwa TNI memilih Kapal selam bikinan Korsel ChangBogo Type U-209 dari pada buatan Rusia, Killo Class. Nah, Proses pembelian kapal selam yang rumit ini memang bisa dikaitkan dengan masalah politis, Kapal selam merupakan alat militer yang sangat strategis dan memiliki efek yang cukup deterens bagi pemakainya. Melihat ketangguhan Kapal Salam, jelas tak sembarangan dalam membelinya, juga tak jarang ada pihak-pihak tertentu yang menghalangi suatu negara untuk tidak mudah memiliki kapal selama yang dinilai terlalu tangguh atau membahayakan kawasan.