PAK TA, Ambisi terbaru Kekuatan Militer Federasi Rusia

PAK TA

Gaya pertahanan Rusia kini telah berubah tajam, tak lagi mengandalkan gaya pertahanan klasik konvensional peninggalan Soviet yang terkesan kaku disana sini. Zaman telah berubah, konstelasi konflik berkembang dinamis linear dengan perkembangan teknologi militer apalagi setelah konfrontasi Rusia versus NATO yang dipicu oleh aneksasi Crimea dan campur tangan Beruang merah di tanah ukraina. Berubah atau tertinggal, mungkin berada dalam benak para petinggi militer Rusia terutama sang Presiden Vladimir Putin yang menginginkan kejayaan Rusia kembali pulih ditangannya. Dalam berbagai matra, terjadi modernisasi besar-besar ditubuh militer, peluncuran kapal selam baru, system pertahanan udara baru, pesawat generasi ke lima, dan sebagainya. Di ranah kekuatan udara, muncul wacana tentang rencana produksi pesawat angkut raksasa yang dapat mengantarkan pasukan besar ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 7 jam saja. Pesawat Transportasi ini mendapat julukan sebagai PAK TA. Sepertinya akan menjadi tandem bagi pesawat pembom masa depan Rusia, PAK DA (perspektivnyi aviatsionnyi kompleks dal’ney aviatsii / prospective aviation complex for long-range aviation) yang juga dalam tahap pengembangan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Alutsista Misterius TNI dan Kegelisahan Negara Tetangga

575282_20140103080749

Intro

Adanya ajang perlombaan senjata (Arms Race) diantara kawasan yang belum tercipta sebuah aliansi adalah hal yang wajar. Memasuki abad 21, kawasan Asia khususnya Asia Pasifik mulai dimeriahkan dengan perlombaan kepemilikian Alutsista (Alat utama sistem Persenjataan) Canggih, ini tak lepas dari meningkatnya suhu perekonomian dunia yang kini bermigrasi dari Eropa/Amerika ke Asia. Negara negara yang paling antusias dalam kompetisi adu senjata biasanya terdorong oleh adanya permusuhan terselubung atau karena ada ancaman yang sangat serius dari negara sekitarnya, diantaranya Iran, China, India, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Singapura, Pakistan, Vietnam, Australia dan Indonesia. Jika diantara negara ini berencana atau tengah membeli Alutsista Strategis, maka negara sekitarnya akan turut terkompor untuk melakukan hal yang seirama, Jenis Alutsista tandingannya berbeda beda tergantung pada kebijakan politis dan anggaran yang dimiliki.

Baca lebih lanjut

LHD dan peran strategisnya guna mendorong kekuatan Maritim TNI AL

mistral-warships

Mistral Perancis, pilihan utama bagi TNI AL. Selain sudah teruji, TNI punya pengalaman bertransaksi dengan Perancis.

About LHD

Amphibious Assault Ship atau lebih asyik disebut Landing Helicopter Dock (LHD) adalah sejenis kapal perang yang dilihat dari bentuknya mirip seperti Alter Ego nya Kapal Induk/AirCraft Carrier. Kapal jenis ini dirancang dengan kemampuan serbaguna (multipurpose) seperti mengangkut kendaraan-kendaraan amfibi, Helikopter ,pesawat tempur berkemampuan STOVL seperti AV-8 Harrier,F-35B Lightning II hingga helikopter kawin silang MV-22 Osprey. Tak banyak negara yang mengoperasikan LHD di angkatan lautnya, jumlahnya masih bisa dihitung jari, semisal Amerika (Wasp Class), Perancis (Mistral Class), Korea Selatan (Dokdo Class), Jepang (Hyuga Class), Spanyol (Juan Carlos Class) dan Australia (Canberra Class).

Dalam perkembangan ditubuh AL Amerika Serikat, LHD dapat dimodifikasi menjadi Landing Helicopter Assault (LHA) dimana LHD jenis ini lebih dikhususkan untuk mengangkut alutsista berstatus otensif (menyerang). Untuk pertahanan diri, LHD dapat dilengkapi dengan sejumlah Defensive System misalnya Anti-Torpedo Towed Defense System (Nixie), Close in Weapon Sytem dan Active missile decoy system (ex Nulka) atau bisa juga mendapatan kawalan (escort) dari beberapa Frigate dan Kapal selam layaknya Carrier.

Baca lebih lanjut

Saatnya TNI meraih Superioritas laut dan udara di kawasan

Gambar

Picture by arc.web.id

Sejarah baru terukir

Kavaleri TNI AD akhirnya memiliki Tank Tempur kelas berat. Batch pertama pengiriman 2 unit Main Battle Tank Leopard 2A4 dan 2 IFV Marder 1A3 dari Jerman tiba di pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari lalu dengan lancar. Setelah sekian puluh tahun semenjak lahirnya TNI AD hingga sekarang, pasukan kavaleri kita terus berkutat dengan tank – tank kelas ringan (Light Tank) seperti AMX 13 dan Scorpio, bila harus di show off kan dengan punya tetangga yang memiliki MBT PT91 dan Leopard, light tank kita terlihat seperti mainan saja, sungguh memiriskan mata.

Baca lebih lanjut

Pembelian Kapal Selam Kilo Class yang masih Misterius

Gambar

All hands,

Ditengah era keterbukaan Informasi seperti sekarang, rasanya masih agak sulit bila suatu pihak menyembunyikan informasi kecuali bila informasi itu memang benar2 super berharga yang jika dibuka sebelum waktunya akan menimbulkan masalah besar. Dalam hal pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan TNI guna memenuhi program Minimum Essential Force (MEF) sebagian besar Publik sudah mengetahui daftar belanja kebutuhan Alutsista TNI. Diantara Alutsista itu adalah pembelian Kapal selam dimana Kementrian Pertahanan sudah menjatuhkan pilihannya pada Kapal selam Buatan Korea Selatan, ChangBogo Class type 209/ 1400 ton. Kebutuhan kapal selam bagi TNI AL sudah kiat mendesak ditengah ramainya Perlombaan Senjata (Arm Race) dikawasan serta teriakan tanpa henti dari KRI Cakra dan Nanggala yang merengek terus minta tambahan teman.

Baca lebih lanjut