PAK TA, Ambisi terbaru Kekuatan Militer Federasi Rusia

PAK TA

Gaya pertahanan Rusia kini telah berubah tajam, tak lagi mengandalkan gaya pertahanan klasik konvensional peninggalan Soviet yang terkesan kaku disana sini. Zaman telah berubah, konstelasi konflik berkembang dinamis linear dengan perkembangan teknologi militer apalagi setelah konfrontasi Rusia versus NATO yang dipicu oleh aneksasi Crimea dan campur tangan Beruang merah di tanah ukraina. Berubah atau tertinggal, mungkin berada dalam benak para petinggi militer Rusia terutama sang Presiden Vladimir Putin yang menginginkan kejayaan Rusia kembali pulih ditangannya. Dalam berbagai matra, terjadi modernisasi besar-besar ditubuh militer, peluncuran kapal selam baru, system pertahanan udara baru, pesawat generasi ke lima, dan sebagainya. Di ranah kekuatan udara, muncul wacana tentang rencana produksi pesawat angkut raksasa yang dapat mengantarkan pasukan besar ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 7 jam saja. Pesawat Transportasi ini mendapat julukan sebagai PAK TA. Sepertinya akan menjadi tandem bagi pesawat pembom masa depan Rusia, PAK DA (perspektivnyi aviatsionnyi kompleks dal’ney aviatsii / prospective aviation complex for long-range aviation) yang juga dalam tahap pengembangan.

Baca lebih lanjut

Ukraina dalam genggaman Putin

19-the-legend-of-koizumi-vladimir-putin-1

Kelihaian seorang Putin

Nama Vladimir Putin terus mencuat semenjak keberhasilannya membawa negeri beruang merah meraih kebanggaannya dihadapan barat yang sempat terpuruk pasca bubarnya Uni Soviet. Pelan namun pasti Federasi Rusia dibawah Putin terus bermanuver untuk merebeut kembali hegemoni nya dari tangan Barat khususnya Uni Eropa. Setelah berhasil menunjukan kedigdayaannya pada Georgia 2008 silam, Putin kemudian merancang pembentukan blok tandingan Eropa, Eurasian Union dan mendukung habis habisan sekutu Arab satu satunya, Suriah. Impian Vladimir Putin untuk menyatukan seluruh negara eks Uni Soviet dilakukan dengan rencana dan taktik yang matang, sehingga tak terlalu memancing resiko terlalu besar yang dapat merusak Rusia seperti ancaman sanski dari Amerika dan Uni eropa. Terganggunya proses merangkul Ukraina melalui Presiden Yanukovich yang memilih pro Rusia tak membuat Putin patah arang, justru kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik baiknya dan terkesan telah dipersiapkan sebelumnya. Usahanya membuahkan hasil dengan kembalinya Crime ke pangkuan Rusia, yang lagi lagi melalui kecerdikan Putin yang luar biasa. Militer Rusia terus diperkuat oleh Putin, meski sejatinya kekuatan fisik hanyalah alat bantu untuk mengamankan rencana putin untuk menciptakan permainan jangka panjang melalui Perundingan dan Upaya diplomatik yang diplot sebagai senjata peredam perlawanan Barat. Disisi lain, Eropa dan Amerika dibuat panik, gerah dan bermain tebak tebakan karena mereka belum memahami apa langkah putin selanjutnya.

Baca lebih lanjut

Mengenal Jet Tempur Ringan Saab JAS Gripen, Kandidat pilihan pengganti armada F-5 Tiger TNI AU

gRIPEN

Jet Tempur F-5 E/F Tiger II TNI AU mulai berdinas melindungi langit nusantara di tahun 1980 an, sebelum kehadiran jet tempur F16 A/B Fighting Falcon di jajaran TNI AU, F5 Tiger adalah tulang punggung sekaligus jet tempur andalan TNI AU. Jet tempur buatan Northop Amerika ini, mulai tiba di tanah air pada tanggal 21 April 1980 dengan varian 12 unit kursi tunggal (F-5 E) dan 4 unit kursi ganda (F-5 F). Meski Sebagian kecil masa usia operasional F-5 Tiger TNI AU sudah diperpanjang berkat upaya modernisasi jeroan dengan teknologi masa kini, akan tetapi tak ada salahnya kalau TNI masih memiliki anggaran atau diberikan anggaran lebih untuk pengadaan jet tempur baru pengganti armada F-5 Tiger yang memang secara usia sudah layak dimuseumkan. Nah andaikata TNI AU khususnya skuadron 14 tempat F-5 Tiger bernaung diberikan lampu hijau untuk menambah koleksi baru, maka salah satu Jet Tempur pengganti yang cukup potensial adalah Saab Jas 39 Gripen buatan Swedia.

Baca lebih lanjut

Pantsyr S-1 dan S-300, Kombinasi pas buat Arhanud TNI

GambarMina san,

Melihat perkembangan persenjataan yang terjadi disekitar RI dan aspek lain yang mengikuti seperti kebutuhan akan penting kekuatan pertahanan demi menjaga keamanan domestik dan menjaga keutuhan kedaulatan dari ancaman yang muncul karena perkembangan situasi yang dinamis. Menyusul kampanye modernisasi kekuatan militer RI sesuai pedoman Minimum Essential Forces (MEF), ketiga matra TNI pelan namun terarah sudah mulai menunjukan adanya perubahan dalam alutsista masing2. TNI AU sudah memiliki proyek pembelian T-50 GE, Airbus C295, SuperTucano, dan lainnya, TNI AD sedang menjajaki pembelian 8 unit AH 64 D Apache Longbow, 100 biji Leopard dan 50 IFV Marder, Rudal StarStreak, dll kemudian TNI AL masih berkutat dengan program penambahan KCR, Frigate, Kapal Selam, selain itu uji coba rudal Yakhont juga ikut menambah daya serang TNI AL.

Baca lebih lanjut

IRIAF F-14 TOMCAT, Satu satunya Armada Kucing terbang yang masih aktif di Dunia !

IRIAF

All Hands,

Bagi penyuka dunia Aviasi siapa yang tidak kenal dengan salah satu Jet Tempur generasi 3 paling aduhai di Dunia, Ukuran yang garang, desain yang menawan dan fitur Swing Swing yang sangat ikonik. F-14 Tomcat namanya, Jet Tempur Supersonik mesin ganda buatan Grumman Aircraft. Hasil Pengembangan dari Proyek gagal US, F-111B, pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut AS pada tahun 1972 menggantikan F-4 Phantom II. Masa pengabdian F-14 di US Navy berakhir pada tahun 2006, digantikan oleh F-18 Super Hornet. Di dunia ini hanya ada 2 negara yang memiliki Jet cantik ini, yakni AS sendiri sebagai produsen serta mantan soulmatenya dari Timur Tengah, IRAN. Iran yang saat itu masih dibawah kekuasaan Dinasti Shah Reza Pahlevi emang sangat beruntung, sebagai Sohib Amrik Iran dibanjiri senjata-senjata AS yang paling mutakhir saat itu. Kini 2 kawan karib ini telah menjadi musuh bebuyutan setelah Dinasti Shah Iran digantikan oleh Republik Islam Iran dibawah Khamenei.

Baca lebih lanjut

Eurasian Union, Block Tandingan Uni Eropa bikinan Rusia

615224-111006-russia-putins-eurasian-superpower-dream Eurasian Union Map

All Hands,

Republik Rakyat China dan Federasi Rusia  boleh berbangga hati setelah sukses membangun organisasi Shanghai Cooperation Organization (SCO) yang beranggotakan negara-negara Europasia ,Asian Tengah dan Asia Barat seperti Iran sebagai pengamat. SCO didirikan pada tahun 1996 oleh China,  Kazakhstan, Kyrgyzstan, Russia ,Tajikistan, kelima negara ini dikenal sebagai Shanghai Five. Pelan namun pasti keberhasilan SCO mulai terasa kuat, bahkan dianggap sebagai organisasi penangkal pengaruh Amerika di  kawasan Euroasia dan Asia Tengah yang sangat strategis dan kaya dengan sumber energi. Kini SCO telah tumbuh menjadi blok kerjasama politik dan ekonomi baru yang bisa menjadi penghalang ambisi global Amerika dan sekutu-sekutunya, upaya Amerika dan sekutunya untuk menyingkirkan Rezim di negara Euroasia dan asi Tengah bisa digagalkan, para negara SCO berupaya untuk menjaga rejim pemerintahan yang independen, tidak dibawah kendali Amerika.

Baca lebih lanjut

Provokasi Turki, bisa jadi Jalan masuk NATO menyerbu Suriah

WW1

All Hands,

Kondisi Suriah sampai saat masih tetap membara, setelah upaya konspirasi besar-besaran untuk menghancurkan Pemerintahan Suriah dibawah Presiden Bashar al Assad dengan rezim boneka Barat yang pimpin Israel,Amerika,NATO serta negara2 Arab sekutu Israel yang tergabung dalam Liga Arab. Dengan Hancurnya Syria, maka rencana besar Israel untuk menguasai daratan Timur Tengah makin tercapai. Untuk menghantam musuh utama Barat di TimTeng yakni Iran, maka Syria sebagai sekutu utama Iran yang masih bertahan melawan Israel harus ditundukan.

Baca lebih lanjut