Proyek Srikandi, Nyata, Hoax atau Fiksi Ilmiah??

Srikandi

Srikandi, sebuah nama yang sangat popular ditanah jawa, nama dari seroang dewi dalam khazanah pewayangan nusantara ini kabarnya tengah disematkan sebagai nama dari sebuah projek nasional dibidang Alutsisa strategis, Pesawat tempur. Bagi ane, informasi soal adanya projek Srikandi sudah cukup lama terlambat diketahui, hasil dari bersemedi bersama paman google menunjukan bahwa hembusan berita tentang Srikandi sudah melayang sejak tahun 2010 silam. Sebenarnya, upaya untuk mengembangkan pesawat tempur nasional bukanlah hal yang baru atau misterius, semenjak Republik masih dalam usia merangkak, beberapa pioner ahli pesawat nasional telah berusaha merancang dan membangun sendiri pesawat tempur, meski pada ujungnya upaya-upaya ini karam ditengah jalan akibat berbagai kendala seperti keterbatasan dana, Sarana penunjang, hingga minimnya dukungan kuat dari pemerintah.

Baca lebih lanjut

Sudah waktunya TNI AU memiliki pesawat AEW&C

C295AWACS

-Kasamago-

Pesawat sistem peringatan dini atau AEW&C (Airborne Early Warning and Control) sejatinya merupakan salah satu alutsista strategis yang wajib dimiliki oleh Angkatan udara negara manapun, termasuk TNI Angkatan Udara. Perkembangan jaman dan teknologi militer dunia, menuntut semua pihak Khususnya TNI perlu menyesuaikan kepemilikan alutsista yang sejaman, upaya ini sudah TNI dan pemerintah RI lakukan dengan memancang projek pengadaan alutsista modern melalui program MEF (Minimum Essential Forces). TNI AU meski sudah memiliki skuadron Sukhoi SU 27/30 sebagai sebuah senjata penyerang terasa belum lengkap apabila belum memiliki alutsista yang berperan sebagai Mata, Hidung dan Telinga. Sukhoi TNI AU yang direncanakan (atau malah sudah ada) menerima rudal AAM berkemampuan BVR (Beyond Visual Range) bakal kurang efektif secara signifikan apabila tidak didukung oleh pesawat AEW&C.

Baca lebih lanjut

Joint Project IFX/KFX Bakalan berujung pada Kegagalan?

Gambar

All hands,

Impian negeri ini untuk segera memliki pengetahuan dan kemampuan meracik Pesawat Tempur canggih sepertinya memang penuh Rintangan berat. Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam Proyek IFX/KFX untuk membangun dan memproduksi Jet tempur generasi 4.5 kandas sudah. Potensi kegagalan proyek KFX menyeruak ketika muncul berita tentang pemotongan anggaran oleh Pemerintah Korea Selatan untuk proyek KFX ditahun 2013. Alasan pemotongan ini dikabarkan karena dua hal yakni Perkembangan ancaman dan keamanan Regional yang makin mengkhawatirkan, serta Mundurnya Turki sebagai salah satu penyadang dana. Langkah Seoul emang cukup beralasan, rentang waktu untuk merealisasikan pesawat KFX sangat lama dilain pihak ketika Korea masih sibuk merancang pesawat KFX, negara2 tetangganya telah memiliki pesawat yang lebih modern seperti F35 USA, J20 China, T50 Pakfa Rusia, ATD-X Jepang dan ancaman dari rival abadinya Korea Utara yang berhasil meluncurkan Roket Balistik Peluncur Satelit Unha-3, dan tentunya bisa dilengkapi dengan kepala nuklir.

Baca lebih lanjut

Mengenal CN295, Pengganti Fokker 27 TNI AU

TNI_AU_Fokker_27 tribunnews.com

All hands,

Sepertinya kasus jatuhnya pesawat Fokker TNI AU di Halim perdana kusuma semakin menguatkan sinyalmen untuk segera mempensiunkan Fokker 27 lebih cepat dari yang direncanakan pada bulan September mendatang. Fokker 27 yang sudah mulai opersional sejak 1976 memang sudah selayaknya digantikan. Pengganti Fokker 27 yang terpilih adalah generasi terbaru, penerus CN235 yakni CN 295, yang proses pembeliannya ditanda tangani saat event Singapore Air Show Februari lalu senilai USD 325 juta, dipesan 9 unit dan saat ini sedang masa pra produksi.

Baca lebih lanjut