Mengenal Perkembangan Generasi Pesawat Tempur

132140

Sebelum kita mengenal wujud pesawat tempur dewasa ini yang serba canggih dan menakutkan, kita perlu mengetahui bahwa wujud tersebut tak tercapai dalam tempo yang singkat. Terjadi masa-masa pengembangan seiring dengan pencapaian dan penempuan teknologi baru pada setiap masanya, proses penyempurnaan ini akhirnya melahirkan karakteristik di setiap masa pengembangannya. Seperti halnya benda ciptaan manusia lainnya, semuanya diawali dari sosok yang sederhana hingga super kompleks sekarang ini, berikut masa-masa pengembangan (Generasi) Pesawat Tempur :

Generasi ke 1: (1940-an)

Babak awal penggunaan teknologi mesin pancargas (jet) pertama bagi pesawat tempur, Diciptakan untuk membantu memenangkan Perang Dunia 2, sayang kehadiranya dikatakan terlambat untuk menikmati ricuhnya Perang Dunia. Dimasa mendatang pasca Perang usai, para pesawat pertama yang memakai propulsi jet ini titik penting dalam perkembangan teknologi pesawat tempur. Karakter : Sudah memakai Propulsi jet, kecepatan tinggi .Contoh : F-80, messerschmitt Me 262.

Baca lebih lanjut

Roket RX-550, Masa depan penguasaan teknologi Antariksa dan Rudal Balistik Nasional

Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, India.  Masa depan Morotai Space Center Maluku, Indonesia.

Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, India. Masa depan Morotai Space Center Maluku, Indonesia.

Pengangkut Satelit dan Peluru kendali

Ambisi Indonesia untuk dapat membawa sendiri satelitnya ke luar angkasa adalah salah satu upaya mewujudkan kemandirian bangsa dalam teknologi antariksa. Ada kebanggaan atau Pride tersendiri apabila sebuah negara dapat menguasai teknologi di bidang antariksa sehingga bisa disejajarkan dengan kelompok negara yang sukses mengirimkan satelitnya sendiri seperti Amerika, Rusia, China, Jepang, India, Iran, dsb. Selama ini, untuk mengorbitkan satelit ke angkasa luar, Indonesia harus mengeluarkan kocek mahal untuk membayar kepada negara yang memiliki wahana peluncur satelit. Terakhir pada pertengahan 2012 lalu, Satelit Telkom-3 milik Indonesia gagal mengorbit akibat Roket Proton M milik Rusia mengalami kerusakan dan  sebelumnya satelit buatan LAPAN, TUBSAT pun harus nebeng roket PSLV 7 India untuk diorbitkan.

Baca lebih lanjut

Sisi lain Perang Suriah, ajang uji coba senjata baru Rusia

Gambar

Rusia dibawah kendali Presiden Vladimir Putin tetap teguh memegang prinspnya untuk melindungi satu-satunya sekutu strategis di timur tengah, Presiden Suriah Bashar Al Assad. Meksi didesak oleh para pemimin G8, Putin tetap berjalan lurus melindungi Suriah dari intervensi militer langsung oleh Amerika Serikat dan Barat. Ditengah keputusan Barat yang secarat terbuka akan mengirimkan lebih banyak senjata canggih pada kelompok pemberontak membuat Ruisa merespon keputusan ini dengan mengirim lebih banyak senjata canggih pada Presiden Suriah Bashar Al Assad . Langkah putin ini secara tak langsung memberi efek luar biasa bagi Barat, upaya untuk menyerang Suriah secara lagnsung sepreti kasus libya tak akan mudah lagi, bila dipaksakan Barat akan terbentur dengan kekuatan militer Rusia.

Baca lebih lanjut

Pantsyr S-1 dan S-300, Kombinasi pas buat Arhanud TNI

GambarMina san,

Melihat perkembangan persenjataan yang terjadi disekitar RI dan aspek lain yang mengikuti seperti kebutuhan akan penting kekuatan pertahanan demi menjaga keamanan domestik dan menjaga keutuhan kedaulatan dari ancaman yang muncul karena perkembangan situasi yang dinamis. Menyusul kampanye modernisasi kekuatan militer RI sesuai pedoman Minimum Essential Forces (MEF), ketiga matra TNI pelan namun terarah sudah mulai menunjukan adanya perubahan dalam alutsista masing2. TNI AU sudah memiliki proyek pembelian T-50 GE, Airbus C295, SuperTucano, dan lainnya, TNI AD sedang menjajaki pembelian 8 unit AH 64 D Apache Longbow, 100 biji Leopard dan 50 IFV Marder, Rudal StarStreak, dll kemudian TNI AL masih berkutat dengan program penambahan KCR, Frigate, Kapal Selam, selain itu uji coba rudal Yakhont juga ikut menambah daya serang TNI AL.

Baca lebih lanjut

Iron Dome, Payung Besi yang Berlubang

arms

All hands,

Dalam beberpa minggu kemarin, promise land kembali dilanda gelombang panas pertempuran berdarah, Komandan sayap militer HAMAS,  Brigade Ezzedine al-Qassam, Ahmed al-Jaabari berhasil dibunuh dalam serangan udara Israel. Pembunuhan ini memicu kemarahan HAMAS, melalui pasukan Brigade Al Qassam, Hamas membalas serangan Israel dengan meluncurkan ROket jarak jauh (as know Fajr-5 made by Iran) dan menengah ke seluruh penjuru Israel, bahkan serangan roket untuk menghantam ibu Kota Israel, Tel Aviv yang serlama ini relative aman dari serangan.

Baca lebih lanjut