Sisi lain Perang Suriah, ajang uji coba senjata baru Rusia

Gambar

Rusia dibawah kendali Presiden Vladimir Putin tetap teguh memegang prinspnya untuk melindungi satu-satunya sekutu strategis di timur tengah, Presiden Suriah Bashar Al Assad. Meksi didesak oleh para pemimin G8, Putin tetap berjalan lurus melindungi Suriah dari intervensi militer langsung oleh Amerika Serikat dan Barat. Ditengah keputusan Barat yang secarat terbuka akan mengirimkan lebih banyak senjata canggih pada kelompok pemberontak membuat Ruisa merespon keputusan ini dengan mengirim lebih banyak senjata canggih pada Presiden Suriah Bashar Al Assad . Langkah putin ini secara tak langsung memberi efek luar biasa bagi Barat, upaya untuk menyerang Suriah secara lagnsung sepreti kasus libya tak akan mudah lagi, bila dipaksakan Barat akan terbentur dengan kekuatan militer Rusia.

Baca lebih lanjut

Pantsyr S-1 dan S-300, Kombinasi pas buat Arhanud TNI

GambarMina san,

Melihat perkembangan persenjataan yang terjadi disekitar RI dan aspek lain yang mengikuti seperti kebutuhan akan penting kekuatan pertahanan demi menjaga keamanan domestik dan menjaga keutuhan kedaulatan dari ancaman yang muncul karena perkembangan situasi yang dinamis. Menyusul kampanye modernisasi kekuatan militer RI sesuai pedoman Minimum Essential Forces (MEF), ketiga matra TNI pelan namun terarah sudah mulai menunjukan adanya perubahan dalam alutsista masing2. TNI AU sudah memiliki proyek pembelian T-50 GE, Airbus C295, SuperTucano, dan lainnya, TNI AD sedang menjajaki pembelian 8 unit AH 64 D Apache Longbow, 100 biji Leopard dan 50 IFV Marder, Rudal StarStreak, dll kemudian TNI AL masih berkutat dengan program penambahan KCR, Frigate, Kapal Selam, selain itu uji coba rudal Yakhont juga ikut menambah daya serang TNI AL.

Baca lebih lanjut