Potensi Kamov Ka-27/28 bagi armada Helikopter AKS TNI AL

www.richard-seaman.comProduk blok Timur (Rusia) seolah menjadi alternative utama apabila merasa sudah terlalu bosan memilih produk blok Barat yang beragam jenis dan harganya. Salah satu unsur kekuatan TNI yang masih membutuhkan perhatian mendalam adalah modernisasi armada helicopter Anti Kapal Selam (AKS) TNI Angkatan Laut. Pasca era keemasan pada decade 1960s, TNI AL nyaris tak memiliki armada Heli AKS yang berkualitas tinggi, Di zaman Orde Baru TNI AL/Penerbal sempat mengoperasionalkan helicopter superpuma varian AKS, sayangnya masa tugas Heli ini tak berlangsung lama karena berbagai musibah yang mengikutinya. Saat ini, armada Helikopter TNI AL (Penerbal) masih mengandalkan helikoper NAS332 SuperPuma, NBell 412 dan NBO 105 sebagai backbone untuk berperan sebagai helicopter AKS. Adanya proyek MEF (Minimum Essential Forces) memberikan angin sejuk pagi pengadaan Helikopter AKS canggih, sempat muncul banyak varian yang berpotensi dipilih oleh TNI Al, yakni Sikorsky SeaSprite, Agusta Westland dan AS565 MB Panther.

Baca lebih lanjut

LHD dan peran strategisnya guna mendorong kekuatan Maritim TNI AL

mistral-warships

Mistral Perancis, pilihan utama bagi TNI AL. Selain sudah teruji, TNI punya pengalaman bertransaksi dengan Perancis.

About LHD

Amphibious Assault Ship atau lebih asyik disebut Landing Helicopter Dock (LHD) adalah sejenis kapal perang yang dilihat dari bentuknya mirip seperti Alter Ego nya Kapal Induk/AirCraft Carrier. Kapal jenis ini dirancang dengan kemampuan serbaguna (multipurpose) seperti mengangkut kendaraan-kendaraan amfibi, Helikopter ,pesawat tempur berkemampuan STOVL seperti AV-8 Harrier,F-35B Lightning II hingga helikopter kawin silang MV-22 Osprey. Tak banyak negara yang mengoperasikan LHD di angkatan lautnya, jumlahnya masih bisa dihitung jari, semisal Amerika (Wasp Class), Perancis (Mistral Class), Korea Selatan (Dokdo Class), Jepang (Hyuga Class), Spanyol (Juan Carlos Class) dan Australia (Canberra Class).

Dalam perkembangan ditubuh AL Amerika Serikat, LHD dapat dimodifikasi menjadi Landing Helicopter Assault (LHA) dimana LHD jenis ini lebih dikhususkan untuk mengangkut alutsista berstatus otensif (menyerang). Untuk pertahanan diri, LHD dapat dilengkapi dengan sejumlah Defensive System misalnya Anti-Torpedo Towed Defense System (Nixie), Close in Weapon Sytem dan Active missile decoy system (ex Nulka) atau bisa juga mendapatan kawalan (escort) dari beberapa Frigate dan Kapal selam layaknya Carrier.

Baca lebih lanjut

Pembelian Kapal Selam Kilo Class yang masih Misterius

Gambar

All hands,

Ditengah era keterbukaan Informasi seperti sekarang, rasanya masih agak sulit bila suatu pihak menyembunyikan informasi kecuali bila informasi itu memang benar2 super berharga yang jika dibuka sebelum waktunya akan menimbulkan masalah besar. Dalam hal pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan TNI guna memenuhi program Minimum Essential Force (MEF) sebagian besar Publik sudah mengetahui daftar belanja kebutuhan Alutsista TNI. Diantara Alutsista itu adalah pembelian Kapal selam dimana Kementrian Pertahanan sudah menjatuhkan pilihannya pada Kapal selam Buatan Korea Selatan, ChangBogo Class type 209/ 1400 ton. Kebutuhan kapal selam bagi TNI AL sudah kiat mendesak ditengah ramainya Perlombaan Senjata (Arm Race) dikawasan serta teriakan tanpa henti dari KRI Cakra dan Nanggala yang merengek terus minta tambahan teman.

Baca lebih lanjut

Heli anti kapal Selam, antara Agusta atau Seasprite ?

war

All hands,

Kebutuhan TNI AL akan armada Helikopter anti kapal selam sudah tak bisa ditunda terlalu lama lagi, sebelumnya TNI AL hanya memiliki 2 Heli anti KS yang usianya sudah tua sehingga sudah dipensiunkan. Menurut Kementrian Pertahanan, TNI AL membutuhkan 11 Heli anti KS yang akan dibeli pada 2014 mendatang guna memenuhi target Minimum Essential Force (MEF) dan sebagi pendukung kehadiran 3 kapal selam baru yang dipesan dari Korea Selatan.

Baca lebih lanjut

Arti Strategis Kapal Induk

carrier

All Hands,

Kapal Induk merupakan salah satu wahana militer yang mempunyai peran signifikan dalam penggelaran armada tempur, tak salah China membangun Kapal Induk ex Varyag yang dinamai SHi Lang. Hanya negara-negara kuat lah yang sanggup mengoperasikan Kapal Induk, mengingat biaya operasionalnya yang sangat amat besar. Sebagai contoh cukup kapal kelas penjelajah saja misal KRI Irian yang dimiliki TNI AL era Trikora silam, untuk sekali berlabuh  saja konon menghabiskan semua komoditi di pasar pasar Surabaya, mantabs gak tuh, untuk Kapal Induk jelas lebih mahal lagi, bisa digambarkan bahwa kapal induk seperti kota yang dibonsai, lengkap dengan segala fasilitas standar sebuah kota.

Baca lebih lanjut

Mengenal keunggulan kapal jenis Trimaran

solar_trimaran_concept_boat_7QaUe_5784

All hands,

Sebentar lagi Indonesia akan memiliki satu kapal perang canggih berpeluru kendali, yakni kapal jenis TRIMARAN ,yang diproduksi dalam negeri. Kapal Trimaran TNI ini terbuat dari material serat carbon, dengan kecepatan 35 knot dan dipersenjatai dengan peluru kendali berjarak tembak 120 km. Kapal yang dibuat oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur ini masih merupakat unit ‘protoype’ dan direncanakan beberapa bulan mendatang sudah bisa masuk dalam jajaran operasional armada tempur TNI AL.

Baca lebih lanjut

PTS-10 : Kendaraan Angkut Amfibi Terbesar Korps Marinir

Dalam sebuah defile Korps Marinir di Jakarta pada awal tahun 2000-an, ada sebuah kendaraan tempur (ranpur) yang lumayan menyita perhatian masyarakat sekitar. Buat orang awam, kendaraan ini diasosiasikan sebagai sebagai tank, tak salah memang anggapan ini, sebab kendaraaan ini mengsung roda rantai dan bersosok sangar, plus dibalut cat hijau tempur khas Korps Marinir TNI-AL.

Bagi saya pribadi, inilah kendaraan roda rantai terbesar yang pernah saya lihat di Indonesia. Ukurannya jauh lebih besar dan gagah ketimbang tank amifibi Marinir atau tank-tank kavaleri TNI-AD sekalipun. Setelah ditelusuri, terungkaplah identitas dan spesifikasi kendaraaan ini, tak lain adalah PTS-10.

PTS-10 atau dalam bahasa Rusia (Plavayushchij Transportyer – Sryednyj)-10 adalah kendaraan angkut amfibi ukuran sedang buatan Uni Soviet. PTS-10 dibuat oleh pabrik State Soviet Factories pada awal 1965. Dilihat dari identitasnya, jelas PTS-10 bukan masuk kategori ranpur, di elemen Korps Marinir, PTS-10 disebut sebagai KAPA (Kendaraan Pengangkut Artileri). Kemampuan PTS-10 tidak kepalang tanggung, kendaraan super bongsor ini bisa menggotong muatan seberat 10 ton. Dalam beragam latihan, Korps Marinir sering mendayagunakan kendaraan ini sebagai pengangkut truk Unimog/truk Reo dan kanon 105 mm dari LST (Landing Ship Tank)/LPD (Landing Platform Dock) ke bibir pantai.

Selain mampu menggendong truk dan kendaraan sekelas jip, dengan ukuran yang ‘raksasa’ PTS-10 bisa membawa 75 personel bersenjata lengkap dalam sekali angkut. Berkat adopsi roda rantai, PTS-10 tak kesulitan melahap medan off road yang berat. Proses loading dan unloading pun cukup mudah dilakukan lewat palka di belakang kendaraan.

PTS-10 dioperasikan oleh dua orang kru (seorang komandan dan pengemudi). Keceparan PTS-10 di air mencapai 11,5 Km per jam (maju) dan 5 Km per jam (mundur). Sedangkan kecepatan gerak di darat (jalan raya) adalah 42 Km per jam, serta kecepatan di medan off road rata-rata 27 Km per jam. PTS-10 ditenagai mesin diesel A-712P V12 water-cooled. Konsumsi bahan bakar kendaraan ini mencapai 150 liter untuk per 100 Km. Bahan bakar ini untuk menopang bobot PTS-10 yang
keseluruhan mencapai 17 ton.

Tidak diketahui berapa unit PTS-10 yang dimiliki Korps Marinir. Yang jelas selain Indonesia, kendaraan kelas berat ini digunakan pula di negara-negara eks pakta Warsawa, Mesir, Irak, dan Uruguay. Selain digadang sebagai pengakut artileri/pasukan, PTS-10 juga sering digunakan oleh Marinir untuk operasi militer non tempur, seperti pada tanggap bencana. Tapi karena sudah berumur sepuh, pihak Rusia malahan sudah memensiunkan PTS-10, kini PTS-10 ditawarkan kepada pihak sipil, harga yang dibandrol sekitar US$27,832. Tertarik? (Haryo Adjie Nogo Seno)

Spesifikasi PTS-10
Negara pembuat : Rusia/Uni Soviet
Pabrik : Soviet State Factories
Panjang : 11,52 meter
Desain : waterproofed hull
Lebar : 3,32 meter
Tinggi : 2,65 meter
Berat total : 17 ton
Beban angkut : 10 ton
Mesin : diesel A-712P V12 water-cooled
Kecepatan Max : di air 11.5 Km/jam; di darat 42 Km/jam;
Jarak tempuh : 300 Km