Asymmetric warfare , Idol of the modern warfare at present

HALO

About Asymmetric War

Entering the current millenniums era , the world ‘s defense and strategy has entered a new phase , that is way or art of war which called by asymmetric warfare . The openness of the world’s public about the existence of asymmetric warfare is begin revealed and sticking when the world is crowded about War On Terror projects by United States , followed by political upheaval in the Middle East and North Africa as the Arab Spring movement successful devastated many countries . Asymmetric war is one other form of modern warfare that is multi-dimensional , covering the various layers of the life sector . A way to fight that is almost invisible to the perpetrator , weapon , goals and so on .

Non- conventional war or asymmetric ( Anti – Symmetric ) is one of the side opposite of conventional warfare or symmetrical . Asymmetric manner that doesn’t rely on full military power like war symmetrical . Symmetric and Asymmetric War sometimes complement each other or work together to win a battle in a fast tempo . Asymmetric warfare today has grown and developed into a phenomenon and popular method, its called SmartPower, this method is now a weapon for the giant capitalist country who want to conquering the target countries as the main alternative, but still using Symmetrical warfare or Hard Power for various reasons and considerations.

Baca lebih lanjut

Iklan

Alutsista Misterius TNI dan Kegelisahan Negara Tetangga

575282_20140103080749

Intro

Adanya ajang perlombaan senjata (Arms Race) diantara kawasan yang belum tercipta sebuah aliansi adalah hal yang wajar. Memasuki abad 21, kawasan Asia khususnya Asia Pasifik mulai dimeriahkan dengan perlombaan kepemilikian Alutsista (Alat utama sistem Persenjataan) Canggih, ini tak lepas dari meningkatnya suhu perekonomian dunia yang kini bermigrasi dari Eropa/Amerika ke Asia. Negara negara yang paling antusias dalam kompetisi adu senjata biasanya terdorong oleh adanya permusuhan terselubung atau karena ada ancaman yang sangat serius dari negara sekitarnya, diantaranya Iran, China, India, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Singapura, Pakistan, Vietnam, Australia dan Indonesia. Jika diantara negara ini berencana atau tengah membeli Alutsista Strategis, maka negara sekitarnya akan turut terkompor untuk melakukan hal yang seirama, Jenis Alutsista tandingannya berbeda beda tergantung pada kebijakan politis dan anggaran yang dimiliki.

Baca lebih lanjut

Saatnya TNI meraih Superioritas laut dan udara di kawasan

Gambar

Picture by arc.web.id

Sejarah baru terukir

Kavaleri TNI AD akhirnya memiliki Tank Tempur kelas berat. Batch pertama pengiriman 2 unit Main Battle Tank Leopard 2A4 dan 2 IFV Marder 1A3 dari Jerman tiba di pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari lalu dengan lancar. Setelah sekian puluh tahun semenjak lahirnya TNI AD hingga sekarang, pasukan kavaleri kita terus berkutat dengan tank – tank kelas ringan (Light Tank) seperti AMX 13 dan Scorpio, bila harus di show off kan dengan punya tetangga yang memiliki MBT PT91 dan Leopard, light tank kita terlihat seperti mainan saja, sungguh memiriskan mata.

Baca lebih lanjut

Waspada, Indonesia sudah ‘dikepung’ militer asing

Gambar

Minna san,

Disaat kondisi dalam negeri nasional tengah dirundung masalah tak berujung di bidang Korupsi seperti Misteriusnya akhir dari kasus BLBI, Mandegnya kasus Century, Molornya kasus hambalang, hingga hangatnya kasus SKK Migas, dibidang ekonomi juga tak kalah kelam seperti Ribetnya pengambilalihan perusahaan Inalum, Bangkrutnya Maskapai BUMN Merpati. Dibidang Hukum juga sama, seperti Kasus Hilangnya 250 batang Dinamit yang seolah di peti eskan , Kerusuhan di Lapas hingga penembakan anggota Polisi (jadi bingung, siapa sih yang menyetir negeri ini?). Berbagai masalah yang hinggap di masa kepemimpian kedua Presiden SBY ini terlihat sangat menguras energi Negara untuk lebih berkutat di dalam negeri sampai porsi perhatian untuk masalah luar negeri dan geopolitik pun seolah berkurang drastis.

Baca lebih lanjut

Paspampres atau Cakrabirawa ?

Gambar

Keberadaan dan tugasnya mirip dengan skuad ninja ANBU dalam serial Manga Naruto dimana Anbu adalah para ninja khusus yang memiliki tugas menjaga keselamatan Hokage (pemimpin). Belum lama ini, sebuah televisi swasta nasional menayangkan program khusus tentang sepak terjang Pasukan Keamanan Presiden Republik Indonesia atau PasPamPres. Dalam program ini ditampilkan bagaimana beban dan tanggung jawab seorang anggota paspampres, dibalik layar paspampres menjelang kedatangan presiden, senjata yang digunakan hingga kisah mantan anak presiden perihal ketatnya penjagaan dari paspampres. Dalam dunia militer, ane amat sangat tertarik terhadap pasukan yang bertitle khusus atau spesial, selain tugas berat yang diemban, kualitas diatas rata tetapi juga karena sejarah panjang yang dimilki pasukan khusus ini.

Baca lebih lanjut

Bilamana Operasi Jaya Wijaya benar-benar terjadi..

Gambar

Gagalkan pembentukan Negara Boneka Papua
Kibarkan sang merah putih di Irian Barat tanah air Indonesia
Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa

Ketiga kalimat ini merupakan isi yang tertuang dalam Tri Komando Rakyat atau TRIKORA, dicanangkan oleh Presiden Soekarno setelah pidato agung di alun-alun utara Yogyakarta pada 19 Desember 1961 yang dihadiri sekitar 1 juta masa. Trikora digelorakan oleh Bung Karno sebagai jawaban atas sikap Belanda yang masih ingin tetap bercokol di Irian Barat serta tidak mematuhi hasi Konferensi Meja Bundar (KMB) yang menyatakan bahwa wilayah Republik Indonesia adalah semua bekas wilayah yang dijajah Belanda. Guna mendukung dan melaksanakan perintah Trikora maka dibentulah Komando mandala yang bermarkas di Ujung Pandang (Makassar), komando ini memilik tugas yang amat kompleks dan berat karena harus mengumpulkan dan mengkoordinasikan seluruh kekuatan Negara dalam waktu yang amat singkat dengan luas wilayah tugas yang mencapai separuh dari seluruh luas Republik. Tugas yang super berat demi terwujudnya Operasi JayaWijaya, sebuah operasi klimaks berupa perang terbuka dalam skala besar terhadap Militer Belanda di Irian Barat.

Baca lebih lanjut

HQ-16, Pilar Sementara Sistem Pertahanan Udara Nasional

Hmm.. ane memulai menulis artikel ini dengan perasaan campur aduk antara bangga dan kecewa, bangga karena ternyata tulisan ane di blog ini “laku” dan disebar oleh orang lain. Kecewa karena tulisan ane di copas tanpa mencantumkan sumbernya. Baru pertama ini ane ngerasain gimana suka dukanya kena main copas tanpa aturan. Ok, Bom sudah jadi asap, sekarang  lebih baik go to the point.

Minna san,

Sudah cukup lama bahkan lama sekali wilayah udara nasional kita seolah tak terlindungi satu payungpun. Konsep sistem pertahanan udara nasional hingga era pencapaian MEF (Minimum Essensial Forces) sekarang belum juga mencapai kata final. Kemandirian dalam hal teknologi roket melalui proyek RX550 sampai sekarang juga mengalami banyak rintangan hingga kabar proyek ini seolah hilang ditelan isu2 politis. Sistem Pertahanan Udara Nasional sejatinya tak terlepas dari perkembangan TNI AU, hanya karakternya lebih dominan untuk daya tangkal dan perlindungan kedaulatan wilayah udara dari gangguan luar sesuai dengan namanya, Air Defence.

Baca lebih lanjut